Kalapanunggalupdate.com, Kecamatan Bantargadung, – 16/12/2025 ). Sudah satu tahun berlalu sejak bencana pergerakan tanah melanda Kampung Cibuhung, RT 01/02, Desa Mangunjaya, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. Namun hingga kini, luka yang ditinggalkan bencana tersebut belum juga sembuh. Rumah-rumah warga yang rusak akibat pergerakan tanah masih berdiri dalam kondisi memprihatinkan, tanpa adanya pembangunan kembali yang berarti.
Dalam sepekan terakhir, hujan deras terus mengguyur wilayah tersebut. Kondisi ini memperparah situasi, karena pergerakan tanah dan longsor kembali terjadi di sekitar permukiman warga. Retakan tanah semakin melebar, dan sejumlah bangunan kembali terancam ambruk.
Ironisnya, warga yang terdampak—khususnya mereka yang kurang mampu—terpaksa tetap bertahan di rumah-rumah yang rusak dan berada di zona rawan bencana. Keterbatasan ekonomi membuat mereka tak memiliki pilihan lain selain tinggal di lokasi yang setiap saat mengancam keselamatan jiwa.
“Kasihan warga, sudah setahun berlalu tapi belum ada pembangunan rumah yang layak. Sekarang hujan turun terus, tanah kembali bergerak, kami takut tapi harus bertahan,” ungkap salah satu warga setempat.
Harapan pun kembali disuarakan warga kepada pemerintah, khususnya kepada Gubernur Jawa Barat. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, seorang warga Kampung Cibuhung menyampaikan harapan besarnya agar pemerintah segera turun tangan.
“Saya hanya berharap kepada Bapak Gubernur Jawa Barat, semoga kondisi kampung kami segera terealisasikan pembangunan yang lebih layak lagi,” ujar warga tersebut dalam video yang diunggah oleh salah satu akun milik warga setempat.
Warga berharap, jeritan mereka tidak kembali tenggelam oleh waktu dan hujan. Mereka mendambakan tempat tinggal yang aman, jauh dari ancaman longsor, serta kepastian hidup yang lebih baik setelah satu tahun hidup dalam bayang-bayang bencana.
Kontributor : IB
Editor : WR


















