KALAPANUNGGALUPDATE.COM | Kabupaten Garut, Jawa Barat, – ( 17/4/2026 ). Ketegangan terasa sejak awal. Aula Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, mendadak berubah menjadi ruang penuh tekanan saat warga, tokoh pemuda, dan pemerintah duduk dalam satu forum audiensi terbuka, Kamis (16/4/2026).
Agenda yang digagas PAC Pemuda Muslimin Indonesia Kecamatan Samarang ini awalnya ditujukan untuk membahas progres pemekaran Desa Persiapan Samarang Nanjung. Namun, suasana cepat memanas ketika warga mulai melontarkan pertanyaan-pertanyaan tajam tanpa kompromi.
“Sudah sejauh mana? Kenapa belum jelas? Mau dibawa ke mana Samarang Nanjung?” seru beberapa warga, menandai memuncaknya kegelisahan publik atas ketidakjelasan proses yang berjalan.
Forum tersebut menghadirkan berbagai pihak, mulai dari perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Garut, unsur kecamatan, pemerintah desa induk, hingga Penjabat Kepala Desa Persiapan. Alih-alih menjadi forum formal biasa, pertemuan ini justru berubah menjadi ajang “adu tanya” yang sarat tekanan dan tuntutan transparansi.
Ketua PAC Pemuda Muslimin Indonesia Kecamatan Samarang, Azhar, menegaskan bahwa pemekaran desa bukan sekadar proses administratif di atas kertas. Ia mengingatkan, tanpa pengelolaan yang serius dan terbuka, pemekaran justru berpotensi menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.
“Tiga hal tidak bisa ditawar: transparansi, akuntabilitas, dan keterlibatan warga. Kalau ini diabaikan, pemekaran hanya jadi formalitas tanpa makna,” tegasnya di hadapan peserta forum.
Sorotan utama warga mengerucut pada sejumlah hal krusial: belum jelasnya pembentukan perangkat desa, arah pembangunan yang belum terpetakan, hingga ketiadaan timeline pasti menuju status desa definitif. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran serius bahwa Samarang Nanjung akan terjebak sebagai “desa persiapan tanpa kepastian”.
Tak berhenti di forum, PAC Pemuda Muslimin Indonesia memastikan langkah lanjutan. Seluruh aspirasi, kritik, dan tuntutan warga akan dirangkum menjadi rekomendasi resmi untuk kemudian didorong ke Pemerintah Kabupaten Garut.
Desakan publik kini semakin kuat: buka akses informasi seluas-luasnya, percepat langkah konkret, dan pastikan pemekaran benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar janji.
Pesan warga pun tegas—Samarang Nanjung butuh kepastian, bukan penundaan. Jika proses ini terus berjalan di tempat, kepercayaan publik bisa runtuh.
PAC Pemuda Muslimin Indonesia Kecamatan Samarang menegaskan komitmennya untuk terus mengawal. Bagi mereka, pemekaran harus tetap berada di jalur yang benar: transparan, terukur, dan berpihak pada rakyat.
Reporter : AGUS YI
Editor : WR


















