Kalapanunggalupdate.com, Kabupaten Sukabumi , – ( 22/12/2025 ). Pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi Jalan Nasional Ruas Palabuhanratu–Cikembang, tepatnya di Tanjakan Baeud, Kampung Baeud, Desa/Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, retakan pada bahu dan badan jalan kembali muncul dan kini semakin melebar, berpotensi membahayakan keselamatan pengendara.

Pantauan di lapangan pada Minggu (21/12/2025) menunjukkan, rekahan yang sebelumnya hanya berupa retakan kecil kini memotong sebagian badan jalan. Kondisi ini diduga kuat akibat pergerakan tanah yang kembali aktif di kawasan tersebut.
Warga setempat menyebutkan, retakan serupa sebenarnya sudah terpantau sejak beberapa waktu lalu. Pihak PU Binamarga sempat melakukan perawatan dan penanganan awal, namun pergerakan tanah yang terus berlangsung membuat rekahan kembali terbuka dan semakin melebar. Jika tidak segera ditangani secara menyeluruh, jalan tersebut terancam amblas atau patah.
“Awalnya hanya retakan kecil, sekarang sudah terlihat jelas dan makin melebar. Kami khawatir kalau hujan deras turun terus, jalannya bisa ambles,” ujar salah seorang warga sekitar.
Menurut keterangan warga lainnya, pergerakan tanah di Tanjakan Baeud bukanlah kejadian baru. Fenomena ini disebut sudah terjadi berulang kali sejak puluhan tahun lalu, terutama saat intensitas hujan tinggi.
Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat jalur Palabuhanratu–Cikembang merupakan akses vital yang ramai dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, termasuk angkutan logistik dan masyarakat umum. Pengendara diimbau mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta ekstra hati-hati, khususnya saat malam hari atau ketika hujan.
Masyarakat berharap pemerintah dan instansi terkait segera melakukan penanganan permanen, guna mencegah risiko kecelakaan serta menjamin keselamatan pengguna jalan.
Kontributor : IB. Editor : WR


















