KALAPANUNGGALUPDATE.COM, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, — ( 12/1/2026 ). Hujan deras yang mengguyur wilayah Nyalindung kembali memicu bencana longsor. Kali ini, bukan hanya tanah yang runtuh, tetapi juga jembatan yang baru saja selesai dibangun ikut tergerus dan ambruk, memutus akses utama warga.
Ironisnya, jembatan tersebut belum lama diresmikan dan dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit. Namun kini, bagian badan jembatan ambles dan menggantung di udara setelah tanah penyangganya longsor pada [hari kejadian].
Warga sekitar hanya bisa terdiam melihat infrastruktur yang seharusnya menjadi solusi, justru berubah menjadi simbol kekecewaan.
“Kalau daerah ini sudah jelas rawan longsor, seharusnya konstruksinya dibuat super kuat. Ini pakai uang rakyat, bukan uang mainan,” ujar salah seorang warga dengan nada kesal.
Rawan Longsor Tapi Tetap Dibangun Biasa
Wilayah Nyalindung dikenal sebagai daerah dengan kontur tanah labil dan sering mengalami pergerakan tanah saat musim hujan. Namun sayangnya, banyak warga menilai perencanaan dan konstruksi jembatan ini tidak memperhitungkan risiko alam secara maksimal.
Longsor memang bencana alam, tetapi keruntuhan infrastruktur yang baru dibangun memunculkan pertanyaan serius tentang kualitas perencanaan dan pelaksanaan proyek.
Apakah sudah dilakukan:
- Kajian geologi?
- Penguatan pondasi?
- Tembok penahan tanah yang memadai?
- Atau proyek ini hanya sekadar mengejar target dan anggaran?
Akses Warga Terputus
Akibat kejadian ini, jalan penghubung antar kampung lumpuh total. Aktivitas warga terganggu, mulai dari anak sekolah, petani, hingga distribusi kebutuhan pokok.
Pemerintah daerah diminta segera turun tangan, bukan hanya untuk perbaikan darurat, tapi juga audit menyeluruh terhadap proyek ini.
Jangan Sampai Uang Rakyat Terbuang
Musibah memang tak bisa dicegah sepenuhnya. Namun kegagalan bangunan yang baru selesai dibangun adalah tanda bahwa ada yang salah.
Warga berharap:
“Jangan sampai uang rakyat hanya jadi bancakan proyek. Kalau bangun di daerah rawan, ya harus luar biasa kuat, bukan asal jadi.”
Hingga kini, pihak terkait masih diminta memberikan penjelasan resmi terkait penyebab ambruknya jembatan tersebut dan siapa yang harus bertanggung jawab. ( RED )


















