Sepanjang 2025, Sukabumi Diterjang 175 Bencana Alam: Banjir Hingga Longsor Dominasi

KALAPANUNGGALUPDATE.COM, Sukabumi, Jawa Barat. —  ( 4/1/2026 ). Selama tahun 2025, wilayah Sukabumi mengalami serangkaian bencana alam yang mengguncang kehidupan masyarakat, dari banjir bandang, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem berulang yang menimbulkan kerugian besar dan menggugah kepedulian publik.

Menurut data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, sepanjang periode **Januari hingga Oktober 2025 terdapat setidaknya 175 kejadian bencana yang melanda kota ini. Total kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp 2,1 miliar, dengan frekuensi kejadian tertinggi di kecamatan-kecamatan seperti Warudoyong, Baros, dan Cibeureum.

Data & Dampak Bencana

Frekuensi Bencana Tinggi

Sepanjang tahun ini, BPBD mencatat ratusan bencana, termasuk banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kebakaran permukiman, hingga angin puting beliung.

Dalam enam bulan pertama saja, tercatat 131 kejadian, dengan kerugian materi mencapai sekitar Rp 1,4 miliar.

Banjir & Longsor Menelan Korban

Pada Maret 2025, hujan deras memicu bencana tanah longsor dan banjir di wilayah selatan Sukabumi. Akibatnya, satu anak tewas dan lima orang masih dilaporkan hilang saat itu, sementara puluhan warga lainnya terdampak di sembilan kecamatan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga melaporkan bahwa beberapa insiden banjir dan longsor pada periode yang sama menyebabkan lima orang meninggal dunia dan empat lainnya hilang, dengan dampak tersebar di puluhan desa dan sub-distrik di Kabupaten Sukabumi.

Evakuasi Massal & Dampak Sosial

Di penghujung Oktober 2025, hujan ekstrem kembali memicu banjir besar di Kecamatan Cisolok, yang memaksa evakuasi hampir 1.900 warga dari 626 rumah tangga. Beberapa desa terendam dan infrastruktur vital rusak akibat arus deras.

BNPB bahkan menurunkan tim rapid response untuk mempercepat penanganan korban dan membantu pemerintah daerah dalam penanganan situasi darurat tersebut.

Upaya Penanggulangan & Bantuan

Pemerintah pusat dan daerah telah bergerak cepat membantu warga terdampak. Kementerian Sosial mengirimkan tenda darurat, selimut, tempat tidur, dan bantuan pakaian bagi korban banjir dan longsor di beberapa titik wilayah Sukabumi.

BPBD terus bekerja sama dengan institusi terkait untuk memperkuat sistem peringatan dini, memperbaiki saluran drainase, serta melakukan sosialisasi kesiapsiagaan bencana kepada warga, terutama di daerah rawan tanah longsor dan banjir.

Kesimpulan

Tahun 2025 menjadi tahun penuh ujian bagi warga Sukabumi. Dengan ratusan kejadian bencana, puluhan korban terdampak, dan kerugian materi yang signifikan, bencana alam telah berubah menjadi ancaman nyata yang membutuhkan penanganan cepat, mitigasi jangka panjang, dan kolaborasi semua pihak — dari pemerintah hingga komunitas lokal.

KREATIF : WR

SUMBER : BERBAGAI SUMBER