KALAPANUNGGALUPDATE.COM | Desa Pulosari Kecamatan Kalapanunggal Kabupaten Sukabumi, – ( 18/4/2026 ). Di tengah keluhan warga soal jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki, sosok sederhana dari pelosok desa justru memilih bergerak tanpa banyak bicara. Dialah Bapak Agus, seorang guru PNS yang tinggal di Kampung Pasir Awi, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal.

Dalam kesehariannya, Bapak Agus terlihat menambal jalan berlubang seorang diri. Dengan peralatan seadanya—ember, semen, dan campuran material—ia memperbaiki titik-titik jalan rusak yang kerap membahayakan pengguna jalan. Aksi ini bukan baru sekali dua kali dilakukan, melainkan sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.
Yang membuat kisah ini begitu menyentuh, seluruh kegiatan tersebut dilakukan tanpa pamrih. Tidak ada kotak sumbangan, tidak ada permintaan bantuan kepada pengendara yang melintas. Semua biaya ditanggung dari kantong pribadi.
Di bawah terik matahari, ia tetap tekun menambal lubang demi lubang. Baginya, keselamatan masyarakat adalah prioritas. Jalan yang lebih layak, menurutnya, bisa mencegah kecelakaan sekaligus memberikan kenyamanan bagi warga yang melintas setiap hari.
Aksi mulia ini pun mulai menjadi perhatian warga sekitar. Banyak yang merasa terharu sekaligus kagum atas dedikasi seorang guru yang tak hanya mengabdi di dunia pendidikan, tetapi juga peduli terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.
Bapak Agus sendiri mengaku tidak memiliki tujuan lain selain membantu sesama.
“Saya hanya ingin jalan ini aman dilalui. Kasihan kalau ada yang jatuh atau celaka karena lubang. Selagi saya masih mampu, saya kerjakan saja semampunya. Ini bukan soal siapa yang bertanggung jawab, tapi soal kepedulian kita sebagai warga,” ujarnya sederhana.
Ia juga menegaskan bahwa apa yang dilakukannya murni dari niat pribadi.
“Saya tidak pernah berharap imbalan. Kalau semua orang mau sedikit peduli, saya yakin lingkungan kita bisa jadi lebih baik,” tambahnya.
Kisah Bapak Agus menjadi pengingat bahwa perubahan tak selalu harus menunggu kebijakan besar. Terkadang, kepedulian tulus dari satu orang saja sudah mampu memberikan dampak nyata bagi banyak orang.
Di saat sebagian memilih mengeluh, Bapak Agus justru memilih bertindak. Sebuah teladan nyata tentang arti pengabdian dan kepedulian sosial yang patut diapresiasi. ( RED )


















