KALAPANUNGGALUPDATE.COM | POKTAN RAHAYU Desa Pulosari Kecamatan Kalapanunggal, – ( 19/4/2026 ). Semangat musim tanam mulai terasa di Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal. Para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) RAHAYU di Kampung Cigoong tampak mulai menebar benih padi di petakan sawah yang sebelumnya telah diolah dengan baik.
Dari pantauan di lokasi, lahan sawah terlihat basah dan siap tanam. Benih padi mulai ditebar secara merata di atas permukaan tanah berlumpur, menandai dimulainya siklus pertanian baru yang diharapkan membawa hasil panen melimpah.
Menariknya, sebelum proses penebaran benih dilakukan, para petani terlebih dahulu menjalankan tradisi turun-temurun yang dikenal dengan istilah “Ngukus.” Tradisi ini berupa pemasangan simbol atau sesajen sederhana yang ditancapkan di area petakan sawah, tepat di dekat lokasi penebaran benih.
Bagi masyarakat setempat, “Ngukus” bukan sekadar ritual, melainkan bentuk ikhtiar batin dan penghormatan terhadap alam, sekaligus doa agar tanaman padi terhindar dari hama serta diberikan hasil yang baik saat panen nanti.
Salah satu petani setempat menyampaikan bahwa tradisi ini sudah diwariskan dari generasi ke generasi dan hingga kini masih dijaga keberlangsungannya.
“Ini sudah kebiasaan dari dulu. Kami berharap dengan ikhtiar lahir dan batin, hasil panen bisa lebih baik,” ujarnya.
Kegiatan tanam ini juga menunjukkan kesiapan petani dalam memanfaatkan musim tanam secara optimal. Dengan kondisi lahan yang sudah diolah serta ketersediaan air yang cukup, para petani optimistis produksi padi di wilayah Pulosari tahun ini akan meningkat.
Selain menjadi aktivitas ekonomi, kegiatan ini juga mencerminkan kuatnya nilai budaya dan kearifan lokal yang masih hidup di tengah masyarakat pedesaan. ( Kreatif : WR )


















