Ancaman Di Tengah Sawah, Serangan Tikus Bikin Petani Kalapanunggal Cemas

Nampak Kondisi Padi di Blok Pasir-Pari

KALAPANUNGGALUPDATE.COM, PASIR PARI, Pulosari Kalapanunggal. – ( 5/1/2026 ). Ancaman serius menghantui para petani padi di Blok Pasir Pari, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi. Hamparan sawah yang sebelumnya hijau dan menjanjikan kini tampak rusak tidak beraturan, diduga kuat akibat serangan hama tikus.

Berdasarkan pantauan di lapangan, terlihat jelas rumpun padi habis digerogoti, menyisakan area kosong di tengah petakan sawah. Tanaman padi di sekelilingnya masih berdiri, namun bagian tengah tampak rusak, rebah, dan terputus, ciri khas serangan tikus yang aktif pada malam hari.

Kerusakan ini membuat petani setempat mulai cemas akan potensi gagal panen, mengingat usia padi yang sudah memasuki fase penting pertumbuhan. Jika serangan terus meluas, kerugian dipastikan tidak terhindarkan.

“Awalnya hanya sedikit, sekarang makin melebar. Dalam beberapa hari saja, bagian tengah sawah sudah habis,” ungkap salah seorang petani setempat dengan nada prihatin.

Hama tikus dikenal sebagai musuh utama petani padi, terutama di wilayah persawahan yang berdekatan dengan semak, kebun, dan area persawahan luas. Tanpa penanganan cepat dan terpadu, populasi tikus dapat berkembang pesat dan merusak puluhan hektare lahan.

Para petani berharap perhatian dan langkah konkret dari pihak terkait, baik pemerintah desa, penyuluh pertanian, hingga dinas teknis, untuk segera melakukan pengendalian hama secara massal, seperti gropyokan, pemasangan perangkap, atau metode pengendalian ramah lingkungan lainnya.

“Dari pola kerusakan yang terlihat, terutama padi yang habis di bagian tengah petakan dan terputus tidak beraturan, itu merupakan ciri khas serangan hama tikus. Biasanya tikus aktif pada malam hari dan menyerang secara berkelompok,” ujar PPL Kalapanunggal

Ia menambahkan, pihaknya telah mengimbau petani untuk segera melakukan pengendalian bersama, seperti gropyokan massal, sanitasi lahan, serta pemasangan perangkap di titik-titik rawan.

“Kami mendorong pengendalian dilakukan serentak. Kalau dilakukan sendiri-sendiri, hasilnya kurang maksimal karena tikus mudah berpindah. Kami juga terus melakukan pendampingan kepada petani agar kerusakan tidak semakin meluas,” tegasnya.

PPL Kalapanunggal juga mengingatkan bahwa penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah potensi gagal panen dan menjaga produktivitas pertanian di wilayah Kecamatan Kalapanunggal.

Kondisi ini menjadi peringatan dini bahwa ancaman hama masih menjadi persoalan klasik namun krusial di sektor pertanian. Jika dibiarkan, bukan hanya hasil panen petani yang terancam, tetapi juga ketahanan pangan di tingkat lokal.

REPORTER : IB
EDITOR : WR