KALAPANUNGGALUPDATE.COM,- Sleman, 13 Februari 2026 – Ketua Umum Pengurus Pusat Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), Zulhadi Ariza, memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya penyelenggaraan Festival Literasi Kaliurang yang berlangsung dari 9 hingga 13 Februari 2026 di Ruang Literasi Kaliurang, Sleman, Yogyakarta. Festival ini tidak hanya menjadi ajang bertemunya berbagai elemen masyarakat, tetapi juga menjadi platform penting dalam memperkuat ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan di Yogyakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Zulhadi Ariza menyampaikan bahwa Festival Literasi Kaliurang lebih dari sekadar acara seremonial. Ia memandang festival ini sebagai bagian dari gerakan kebudayaan yang berperan dalam membangun tradisi berpikir kritis, kreatif, dan solutif di kalangan masyarakat.
“Festival ini bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi tentang membangun kesadaran sosial, riset, seni, dan perlindungan anak di era digital,” ujar Zulhadi dalam sambutannya.
Ia juga memberikan penghargaan kepada para penyelenggara yang telah menghadirkan ruang-ruang pembelajaran alternatif yang sangat relevan dengan kebutuhan zaman.
Festival Literasi Kaliurang 2026 menampilkan berbagai kegiatan menarik yang mengajak peserta untuk berpikir kreatif dan aktif berpartisipasi. Beberapa agenda yang diselenggarakan antara lain:
- Pameran Foto
- Panggung Terbuka Literasi
- Inkubasi Sastra, Riset, Dongeng, dan Film
- Workshop Relawan Literasi
- Workshop Media Sosial Aman untuk Anak
Zulhadi menilai bahwa rangkaian acara tersebut menggambarkan pendekatan literasi yang komprehensif, yang menggabungkan seni, penelitian, kreativitas, serta advokasi perlindungan anak dalam ruang digital. Hal ini sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, yang hidup di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi yang pesat.
Lebih lanjut, Zulhadi menegaskan bahwa gerakan literasi harus menjadi agenda kolektif seluruh elemen bangsa, termasuk mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang dapat menggerakkan literasi di tingkat masyarakat.
“Festival Literasi Kaliurang ini menjadi inspirasi dan model kolaborasi yang patut dicontoh di berbagai daerah. Semoga semangat literasi yang tumbuh dari Kaliurang ini dapat menyebar dan menerangi ruang-ruang belajar di seluruh Nusantara,” tambah Zulhadi.
Harapannya, Festival Literasi Kaliurang 2026 tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi berkembang menjadi gerakan nasional yang dapat memperkuat peradaban ilmu pengetahuan dan kebudayaan Indonesia.
Dengan semangat yang membara, festival ini berhasil membawa pesan penting bahwa literasi adalah kunci untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas dan kritis dalam menghadapi tantangan zaman.
Reporter: AGUS YI
Editor: WR



















