Kongres Nasional SEMMI Diwarnai Kericuhan, Ketua Umum PP SEMMI Zulhadi Ariza: “Itu Bukan Golongan Kita”

KALAPANUNGGALUPDATE.COM | JAKARTA – ( 24/7/2026 ).  Kongres Nasional Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) yang berlangsung di Tangerang, Banten, pada 21–24 Juli 2026 menjadi sorotan publik setelah terjadi insiden kericuhan saat forum membahas agenda strategis organisasi. Perdebatan yang terjadi di ruang persidangan dilaporkan berkembang menjadi aksi yang mengganggu jalannya kongres.

Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Umum Pengurus Pusat Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PP SEMMI) periode 2025–2028, Zulhadi Ariza, memberikan klarifikasi melalui pernyataan pers pada Jumat (24/7/2026). Ia menegaskan bahwa tindakan yang berujung pada kericuhan tidak mencerminkan karakter maupun nilai perjuangan SEMMI yang dipimpinnya.

“Apa yang terjadi saat ini merupakan tindakan yang mencederai semangat persatuan dan nilai-nilai pergerakan yang kita jaga selama ini. Itu bukan golongan kita,” tegas Zulhadi Ariza.

Menurut Zulhadi, PP SEMMI yang dipimpinnya merupakan organisasi mahasiswa yang berada di bawah naungan Syarikat Islam Indonesia. Kepengurusan tersebut, lanjutnya, lahir melalui mekanisme organisasi yang sah berdasarkan hasil Kongres Nasional SEMMI pada 16 Juni 2025 di Whiz Prime Hotel Padang, Sumatera Barat.

Karena itu, ia menegaskan bahwa dinamika yang belakangan ramai diberitakan dan dikaitkan dengan SEMMI bukan merupakan bagian dari kepengurusan maupun aktivitas organisasi yang dipimpinnya.

“Kepengurusan kami lahir melalui proses kongres yang sah dan konstitusional. Apa yang saat ini ramai menjadi perhatian publik bukan merupakan bagian dari kepengurusan maupun aktivitas organisasi SEMMI yang kami pimpin,” ujarnya.

Zulhadi menambahkan, sejak berdiri SEMMI selalu menjunjung tinggi nilai-nilai musyawarah, demokrasi, intelektualitas, serta ukhuwah dalam setiap proses pengambilan keputusan. Perbedaan pandangan, menurutnya, merupakan hal yang lumrah dalam organisasi, namun harus diselesaikan melalui mekanisme konstitusional sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), bukan dengan tindakan yang mengarah pada konflik.

Ia juga mengajak seluruh kader SEMMI di berbagai daerah untuk tetap menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi, serta terus merawat nama baik organisasi sebagai wadah perjuangan mahasiswa Muslim Indonesia.

“SEMMI harus tetap menjadi rumah perjuangan mahasiswa Muslim yang mengedepankan etika, intelektualitas, dan semangat persaudaraan. Jangan sampai perbedaan pandangan mengorbankan marwah organisasi yang telah dibangun dengan penuh perjuangan,” katanya.

Melalui pernyataan tersebut, Pengurus Pusat SEMMI kembali menegaskan bahwa segala bentuk tindakan yang mencederai nilai-nilai organisasi tidak dapat dibenarkan dan tidak mewakili SEMMI di bawah kepemimpinan Zulhadi Ariza, yang terpilih secara sah melalui Kongres Nasional pada 16 Juni 2025.

 

Reporter: AGUS YI

Editor: WR

error: Mohon Maaf Tidak Bisa Di Salin ( COPAS ) !!