KALAPANUNGGALUPDATE.COM | Jakarta – ( 17/6/2026 ). Pengurus Pusat Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PP SEMMI) menegaskan arah baru gerakan organisasi melalui pendekatan Policy Advocacy Movement sebagai strategi utama dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Komitmen tersebut merupakan hasil Konsolidasi Nasional PP SEMMI yang melibatkan jajaran pengurus pusat, koordinator wilayah, hingga pengurus daerah dari berbagai provinsi di Indonesia.

Pendekatan ini menjadi penegasan bahwa gerakan mahasiswa tidak hanya hadir sebagai penyampai kritik, tetapi juga sebagai mitra strategis yang menawarkan solusi berbasis riset, kajian akademik, dan rekomendasi kebijakan yang terukur.
Sekretaris Jenderal PP SEMMI, Rizky Abdul Rojak, mengatakan bahwa kondisi bangsa saat ini membutuhkan gerakan mahasiswa yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam proses penyusunan hingga pengawasan kebijakan publik.
“PP SEMMI memandang bahwa tantangan bangsa hari ini tidak cukup direspons dengan sekadar kritik tanpa arah. Oleh karena itu, hasil Konsolidasi Nasional menetapkan Policy Advocacy Movement sebagai jalan perjuangan organisasi dalam menyampaikan aspirasi masyarakat secara terukur, argumentatif, dan berdampak terhadap perbaikan kebijakan publik,” ujar Rizky.
Menurutnya, transformasi gerakan mahasiswa harus mengikuti perkembangan zaman. Karena itu, PP SEMMI akan memperkuat kapasitas organisasi melalui penyusunan kajian strategis, riset kebijakan, dialog bersama para pemangku kepentingan, hingga pengawalan implementasi berbagai kebijakan pemerintah.
Rizky menegaskan, independensi organisasi tetap menjadi prinsip utama. Namun, setiap kritik yang disampaikan akan dibangun di atas data, analisis, dan alternatif solusi yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Kami tidak ingin terjebak pada gerakan yang bersifat reaktif dan seremonial. SEMMI ingin memastikan bahwa setiap tuntutan yang disampaikan memiliki dasar akademik, peta jalan advokasi, serta alternatif solusi yang dapat dipertimbangkan oleh pemerintah,” tegasnya.
Fokus Advokasi Nasional
Melalui Konsolidasi Nasional tersebut, PP SEMMI menetapkan sejumlah isu strategis yang akan menjadi fokus advokasi organisasi, meliputi:
- Penguatan tata kelola anggaran negara.
- Peningkatan kualitas pendidikan nasional.
- Perluasan kesempatan dan penciptaan lapangan kerja.
- Penguatan ketahanan pangan dan energi.
Reformasi birokrasi.
Pengawasan terhadap kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, PP SEMMI akan menyusun policy paper, rekomendasi strategis, serta mengagendakan audiensi dengan kementerian dan lembaga terkait guna menyampaikan hasil Konsolidasi Nasional secara resmi kepada pemerintah.
Menurut Rizky, mahasiswa harus mampu menjadi penghubung antara aspirasi masyarakat dengan proses pengambilan kebijakan negara sehingga perubahan yang dihasilkan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan.
“Gerakan mahasiswa harus mampu menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dan proses pengambilan kebijakan. Kami percaya bahwa perubahan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi, kajian yang kuat, dan advokasi yang konsisten,” tutupnya.
Dengan mengedepankan pendekatan Policy Advocacy Movement, PP SEMMI berharap dapat memperkuat posisinya sebagai mitra kritis pemerintah sekaligus menjadi kekuatan intelektual yang aktif mendorong lahirnya kebijakan publik yang adil, inklusif, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Foto: Sekretaris Jenderal PP SEMMI, Rizky Abdul Rojak, menyampaikan hasil Konsolidasi Nasional PP SEMMI yang menetapkan pendekatan Policy Advocacy Movement sebagai strategi utama organisasi dalam mengawal kebijakan publik dan menyampaikan aspirasi kepada pemerintah.
Reporter : AGUS YI. Editor : WR


















