Kalapanunggalupdate.com, PADANG, Sumbar, – (18/11/2025 ). Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Ilmu Komunikasi Universitas Dharma Andalas (UNIDHA) hadir sebagai salah satu inovasi pendidikan yang memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Di tengah tuntutan industri komunikasi yang terus berkembang, RPL menjadi jembatan bagi para praktisi, pekerja, dan masyarakat yang telah memiliki pengalaman profesional untuk memperoleh pengakuan akademik secara formal. Program ini tidak hanya menghadirkan percepatan studi, tetapi juga membuka peluang mobilitas sosial bagi mereka yang sebelumnya kesulitan menempuh pendidikan tinggi secara penuh.

Prof. Deddy Mulyana, pakar komunikasi terkemuka di Indonesia, menegaskan bahwa komunikasi merupakan proses berbagi makna (sharing meaning). Dalam konteks RPL, berbagi makna terjadi lebih kaya karena mahasiswa berasal dari latar belakang kerja yang beragam—humas, pemerintahan, media, lembaga sosial, hingga sektor swasta. Pengalaman nyata yang mereka bawa menjadi sumber pembelajaran bernilai tinggi bagi seluruh peserta didik. Dengan demikian, proses belajar tidak berlangsung satu arah, melainkan dialogis, sesuai pandangan Mulyana bahwa komunikasi efektif menekankan interaksi, interpretasi, dan pemaknaan bersama.
Baca Juga : Kios Tani Murni, Solusi Lengkap Kebutuhan Petani Di Kabandungan https://www.kalapanunggalupdate.com/?p=3056
Pembelajaran dalam program RPL Ilmu Komunikasi UNIDHA mendorong mahasiswa untuk menghubungkan teori dengan praktik yang selama ini mereka jalani. Dalam materi komunikasi organisasi, misalnya, mahasiswa yang bekerja di instansi pemerintahan dapat mengaitkan teori dengan pengalaman mengelola informasi di lembaganya. Begitu pula ketika membahas komunikasi politik, peserta yang pernah terlibat dalam kegiatan kampanye dapat memberikan ilustrasi nyata strategi komunikasi di lapangan. Pendekatan aplikatif ini memperkuat gagasan bahwa pengalaman personal merupakan faktor penting dalam memahami pesan komunikasi.
Selain memperkaya proses belajar, program RPL juga meningkatkan profesionalitas para peserta. Banyak mahasiswa mengaku lebih percaya diri setelah menjalani perkuliahan, karena pengalaman kerja mereka kini diakui sebagai pengetahuan akademik yang sah. Hal ini membuka peluang karier yang lebih luas, meningkatkan kapasitas diri di lingkungan kerja, dan menumbuhkan kemampuan reflektif untuk pengembangan profesi di masa depan.
Bagi UNIDHA, program RPL berkontribusi pada perluasan akses pendidikan tinggi di Sumatera Barat. Program ini menjawab tantangan untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, khususnya bagi pekerja dengan tanggung jawab keluarga yang tidak memungkinkan mengikuti kelas reguler. RPL menjadi solusi yang fleksibel, efisien, dan tetap berstandar mutu, sejalan dengan prinsip inklusivitas dalam pendidikan.
Setiap kegiatan akademik dirancang relevan dengan kebutuhan industri komunikasi. Diskusi kelas mengaitkan teori dengan praktik lapangan mulai dari strategi komunikasi, pemanfaatan media digital, manajemen isu, hingga teknik penulisan kehumasan. Teori komunikasi sebagai proses simbolik yang dikemukakan Deddy Mulyana menjadi sangat nyata ketika mahasiswa mempelajari bagaimana pengelolaan pesan dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, dan pengalaman komunikan.
Lebih jauh, program RPL membentuk komunitas belajar yang solid. Mahasiswa dari berbagai profesi saling bertukar pengalaman dan ide, menghasilkan lingkungan belajar kolaboratif yang kuat. Berbagai proyek kelompok seperti kampanye digital untuk UMKM, strategi komunikasi lembaga sosial, hingga perancangan program humas publik menunjukkan kreativitas dan kolaborasi yang positif. Ini memperkuat identitas mahasiswa RPL sebagai pembelajar sepanjang hayat (lifelong learners), yang siap menghadapi perubahan cepat dalam dunia komunikasi.
Dengan berbagai capaian tersebut, RPL Ilmu Komunikasi UNIDHA bukan sekadar program akademik, melainkan sebuah gerakan peningkatan kapasitas masyarakat. Melalui integrasi pengalaman kerja dan pemahaman teoretis yang kuat, sebagaimana ditegaskan Prof. Deddy Mulyana, program ini berhasil menyatukan ruang akademik dan realitas profesional secara harmonis. RPL membuktikan bahwa pengalaman adalah aset besar yang, ketika mendapat rekognisi, mampu melahirkan lulusan adaptif, reflektif, dan siap menjawab tantangan industri komunikasi yang dinamis.
Ardion A.
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIDHA


















