KALAPANUNGGALUPDATE.COM, PADANG, SUMATRA BARAT, – ( 4/1/2026 ). Bencana banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh pada November 2025 lalu meninggalkan duka mendalam. Ribuan korban jiwa dilaporkan meninggal dunia dan hilang, infrastruktur vital seperti jembatan rusak parah, serta puluhan ribu warga terpaksa mengungsi demi keselamatan.
Di tengah situasi darurat tersebut, Pemerintah Kota Padang menunjukkan respons cepat dan terukur. Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara resmi menetapkan status darurat bencana pada 25 November 2025, sebagai langkah antisipatif sekaligus peringatan peningkatan kewaspadaan bagi seluruh masyarakat Kota Padang.
Tak berhenti pada kebijakan administratif, Fadly Amran langsung turun ke lapangan memimpin penanganan bencana. Bersama jajaran Pemko Padang, TNI/Polri, Basarnas, BNPB, BPBD, relawan, serta elemen masyarakat, ia memastikan proses evakuasi dan penanganan darurat berjalan cepat dan terkoordinasi. Penanganan difokuskan pada lima kecamatan terdampak banjir bandang, yakni Pauh, Nanggalo, Koto Tangah, Padang Utara, dan Kuranji.
Gerak cepat tersebut mendapat dukungan luas, baik dari pemerintah pusat maupun berbagai organisasi kemasyarakatan. Bantuan kemanusiaan terus mengalir ke Kota Padang, memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. Wali Kota Padang juga aktif mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat langsung melalui semangat gotong royong demi mempercepat pemulihan pascabencana.
Apresiasi atas kepemimpinan tersebut datang dari Pemuda Muslimin Indonesia. Ketua PC Pemuda Muslimin Indonesia Kota Padang, Afdal Dinilhaq, dalam wawancara pada 3 Januari 2026, menyampaikan penghargaan tinggi terhadap langkah cepat dan sigap Pemko Padang di bawah kepemimpinan Fadly Amran.
Menurut Afdal, sebagai kepala daerah yang juga menyandang gelar Datuak, Fadly Amran mampu menerjemahkan falsafah Minangkabau dalam tindakan nyata.
“Barek samo dipikua, ringan samo di jinjiang, ka hilia sarangkuah dayuang, ka mudiak saantak galah, mandapek samo balabo, kahilangan samo marugi,” ujarnya.
“Nilai-nilai itu terbukti dalam percepatan penanganan banjir bandang di Kota Padang. Bahkan, gerak cepat Pemko Padang mendapat apresiasi langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto,” tambah Afdal.
Saat ini, Pemerintah Kota Padang tengah memasuki tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana. Pemuda Muslimin Indonesia berharap proses pemulihan berjalan optimal, dengan tetap mengedepankan semangat batolong-tolongan serta solidaritas antarwarga.
“Dengan kebersamaan dan kepedulian semua pihak, kami optimistis Kota Padang akan bangkit dan pulih lebih kuat,” tutup Afdal.
REPORTER : AGUS YI. EDITOR : WR


















