UPZ Desa Pulosari Gelar Halal Bihalal Dan Ekspos Zakat Fitrah 1447 H, Dorong ZIS Lebih Produktif

KALAPANUNGGALUPDATE.COM, KOORDINATOR UPZ DESA PULOSARI KECAMATAN KALAPANUNGGAL SUKABUMI — ( 26/3/2026 ).  Semangat kebersamaan pasca Idul Fitri 1447 Hijriah terasa hangat dalam kegiatan Halal Bihalal dan Penyerahan SK UPZ Masjid/Mushola se-Desa Pulosari yang digelar di Aula Balai Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Kamis (26/03/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Koordinator Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Pulosari ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi antar unsur pemerintahan desa, tokoh agama, dan pengurus UPZ, tetapi juga menjadi momentum penting dalam ekspos pengelolaan zakat fitrah tahun 1447 H / 2026 M, sekaligus penguatan arah program Zakat, Infaq, dan Sodaqoh (ZIS) agar lebih berdampak bagi masyarakat.

Acara tersebut dihadiri unsur pemerintah desa, BPD, Babinkamtibmas, Babinsa, TP PKK, MUI Desa Pulosari, unsur kelembagaan desa, hingga para pengurus UPZ masjid dan mushola se-Desa Pulosari.

Dalam pemaparannya, Ketua Koordinator UPZ Desa Pulosari, Eman Sulaeman, S.Pd.I, menyampaikan uraian ekspos terkait hasil pengelolaan Zakat Fitrah 1447 H / 2026 M.

Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah muzaki pada tahun 2025 tercatat sebanyak 6.068 orang, sementara pada tahun 2026 berada di angka 5.803 orang. Meski terdapat penurunan jumlah muzaki dibanding tahun sebelumnya, UPZ Desa Pulosari tetap menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas tata kelola zakat agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Lebih jauh, pengelolaan dana ZIS di Desa Pulosari diarahkan untuk mendukung berbagai sektor penting, di antaranya:

  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Kesehatan
  • Program pembangunan fisik

Menurut Eman, ke depan program ZIS di Desa Pulosari diharapkan tidak hanya berhenti pada pola bantuan yang bersifat konsumtif, tetapi juga mampu melahirkan program ekonomi kemasyarakatan yang lebih produktif, terukur, dan berkelanjutan.

“Harapan ke depan, dari program ZIS ini bisa lahir program ekonomi kemasyarakatan yang berkelanjutan, bukan hanya sekadar konsumtif bagi para mustahiq,” ungkapnya dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Pulosari, Dirja Miharja, menyampaikan pesan penuh makna di momentum Halal Bihalal tersebut. Ia menyampaikan permintaan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat dan unsur kelembagaan desa, sekaligus mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak yang selama ini turut berkontribusi dalam menjaga kekompakan dan membangun kehidupan sosial keagamaan di Desa Pulosari.

Kepala desa juga menyampaikan harapan besar agar sinergi antara pemerintah desa, UPZ, tokoh agama, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi mendorong pembangunan desa yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kokoh secara sosial dan spiritual.

Menurutnya, semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tumbuh melalui pengelolaan ZIS harus terus dijaga sebagai bagian dari kekuatan desa dalam membangun kesejahteraan bersama.

Sementara itu, Camat Kalapanunggal dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi terhadap tata kelola ZIS yang telah dijalankan di Desa Pulosari.

Ia menilai, apa yang dilakukan oleh UPZ Desa Pulosari bersama pemerintah desa dan unsur masyarakat telah menunjukkan contoh nyata bagaimana zakat, infaq, dan sodaqoh dapat dikelola secara terarah dan memberi manfaat sosial yang luas.

Desa Pulosari pun disebut layak menjadi percontohan bagi desa-desa lain, khususnya dalam hal pengelolaan ZIS yang terstruktur, kolaboratif, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Selain menyampaikan apresiasi, Camat juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat serta menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin dalam suasana Idul Fitri yang penuh kebersamaan.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi dalam pengelolaan zakat di tingkat lingkungan, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada sejumlah UPZ masjid yang dinilai aktif dan berperan penting dalam mendukung pengumpulan serta penyaluran ZIS di Desa Pulosari.

Penghargaan tersebut diberikan kepada:

  • UPZ Masjid Al-Muhajirin (Nanggerang) 
  • UPZ Masjid Baeturrohman (Cihurang)
  • UPZ Masjid Baetul Yunus (Kiaraberes)

Pemberian penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh UPZ masjid dan mushola lainnya agar terus meningkatkan semangat pelayanan, akuntabilitas, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Tak hanya fokus pada aspek pengelolaan zakat, kegiatan ini juga diwarnai dengan aksi nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan keagamaan melalui penyerahan bantuan buku pelajaran kepada 7 MDTA se-Desa Pulosari.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen UPZ dan pemerintah desa dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan diniyah, agar generasi muda di Desa Pulosari tumbuh dengan bekal ilmu agama yang kuat, karakter yang baik, dan semangat belajar yang terus terjaga.

Langkah ini pun dinilai sejalan dengan arah pemanfaatan ZIS yang tidak hanya menyentuh kebutuhan sesaat, tetapi juga berinvestasi pada pembangunan sumber daya manusia di masa depan.

Momentum penting lainnya dalam kegiatan ini adalah penyerahan Surat Keputusan (SK) UPZ Masjid se-Desa Pulosari, yang menjadi simbol penguatan legalitas, struktur organisasi, dan sinergi kelembagaan dalam pengelolaan zakat di tingkat desa.

Dengan adanya SK tersebut, diharapkan seluruh UPZ masjid dan mushola di Desa Pulosari dapat semakin solid, tertib secara administrasi, serta memiliki arah kerja yang lebih jelas dalam menjalankan tugas-tugas penghimpunan dan penyaluran ZIS.

Penguatan kelembagaan ini menjadi langkah strategis agar pengelolaan zakat di Desa Pulosari tidak hanya berjalan secara rutin, tetapi juga mampu berkembang menjadi sistem sosial keumatan yang lebih modern, amanah, dan berdampak.

Kegiatan Halal Bihalal ini pada akhirnya bukan sekadar seremoni pasca Lebaran. Lebih dari itu, acara ini menjadi gambaran bahwa zakat, infaq, dan sodaqoh memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan pembangunan desa apabila dikelola dengan amanah, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Desa Pulosari hari ini menunjukkan bahwa silaturahmi, tata kelola zakat, kepedulian pendidikan, dan semangat pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan dalam satu visi besar: membangun desa yang religius, peduli, dan berdaya.

Dengan semangat tersebut, UPZ Desa Pulosari diharapkan mampu terus melangkah lebih jauh, menghadirkan program-program ekonomi kemasyarakatan yang berkelanjutan, sehingga manfaat ZIS benar-benar dapat dirasakan secara nyata oleh para mustahiq, tidak hanya hari ini, tetapi juga untuk masa depan. ( WR )