KALAPANUNGGALUPDATE.COM, Banten Selatan. — ( 12/1/2026 ). Derasnya arus banjir yang mengepung permukiman warga tak menyurutkan nyali sejumlah perempuan di Bayah Selatan untuk melakukan aksi heroik demi menyelamatkan sesama. Peristiwa dramatis ini terekam dalam sebuah video yang kini viral di media sosial Facebook dan mengundang haru warganet.
Dalam video tersebut, tampak sebuah rumah warga dikepung air banjir berwarna kecokelatan dengan arus yang sangat deras. Air hampir menyentuh bagian teras rumah, sementara akses keluar nyaris tak memungkinkan. Di tengah situasi genting itu, terdengar teriakan panik namun penuh keberanian dari seorang wanita menggunakan bahasa daerah.
“Buru, kadieu eta imah BISI rugrug kabawa ku cai, sok urang make gantar awi supaya bisa mentas!”
(Terjemahan: Cepat ke sini, rumah itu bisa roboh terbawa air, ayo kita pakai gantar bambu supaya bisa naik).
Teriakan tersebut menjadi pemicu aksi penyelamatan. Dengan peralatan seadanya berupa gantar awi (galah bambu), para wanita bahu-membahu membantu warga yang terjebak agar bisa keluar dari rumah yang terancam roboh dan hanyut terbawa banjir.
Berdasarkan informasi warga, banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Banten dalam beberapa hari terakhir. Bencana ini melanda sejumlah daerah, di antaranya Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, pada Senin, 12 Januari 2026.
Warga menyebut banjir kali ini sebagai yang terparah dalam belasan tahun terakhir. Di wilayah Cibayoni Dayeh Mangseuh RT 001/003, Desa Kertajaya, Kecamatan Sumur, rumah-rumah warga dan jalan lingkungan terendam, sementara arus air mengalir sangat deras dan membahayakan keselamatan.
“Kami panik, air datang cepat dan kuat. Takut rumah ambruk, takut hanyut,” ungkap salah satu warga setempat.
Aksi spontan para wanita tersebut menuai pujian luas dari warganet. Banyak yang menyebut mereka sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, menunjukkan bahwa di tengah bencana, keberanian dan solidaritas kemanusiaan masih menjadi kekuatan utama masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih siaga menghadapi kemungkinan banjir susulan, sementara aparat dan relawan diharapkan segera melakukan langkah penanganan dan evakuasi lanjutan.
KREATIF : TIM REDAKSI
SUMBER : Video: M Rifky


















