Sosial  

Tradisi “Ngajajapkeun” Dan Ngekahkeun Masih Dijaga, Warga Kampung Cigoong Gelar Doa 40 Hari Almarhum

Photo Istimewa By. WR

KALAPANUNGGALUPDATE.COM, CIGOONG, Desa Pulosari , Kalapanunggal, — Warga Kampung Cigoong, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, kembali menunjukkan kuatnya tradisi kampung dalam kegiatan Ngajajapkeun, ritual doa bersama yang dilaksanakan pada hari ke-40 setelah wafatnya seseorang, Selasa (30/12/2025).

Photo Istimewa : WR

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri keluarga, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Mereka berkumpul di rumah duka untuk memanjatkan doa bersama sebagai bentuk penghormatan dan pengantar terakhir bagi almarhum.

Menariknya, dalam tradisi Ngajajapkeun di Kampung Cigoong, rangkaian acara juga disertai prosesi Ngekahkeun, yakni penyembelihan hewan angsa atau bebek sebagai bagian dari adat tradisional setempat. Ngekahkeun dilakukan khusus pada momentum 40 hari dan memiliki makna simbolis sebagai wujud keikhlasan keluarga dalam melepas kepergian almarhum serta ungkapan rasa syukur.

Sejak pagi, warga tampak bergotong royong menyiapkan keperluan acara, mulai dari tempat doa, sajian tradisional, hingga proses penyembelihan hewan. Setelah disembelih, daging angsa atau bebek diolah dan disajikan untuk dinikmati bersama usai doa berlangsung.

Tokoh sepuh kampung memimpin doa-doa, memohonkan ampunan, kelapangan alam kubur, serta ketenangan bagi arwah almarhum. Asap kemenyan yang mengepul perlahan menambah suasana sakral, memperkuat nuansa spiritual dalam tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut.

“Ngajajapkeun dan Ngekahkeun bukan hanya soal ritual, tapi juga tentang kebersamaan dan saling menguatkan. Semua warga terlibat, dari persiapan hingga pelaksanaan,” ujar salah seorang sesepuh Kampung Cigoong.

Usai rangkaian doa, warga menikmati hidangan secara bersama-sama. Tradisi makan bersama ini menjadi simbol solidaritas dan gotong royong, sekaligus pengingat bahwa duka dan doa adalah milik bersama.

Di tengah perkembangan zaman, masyarakat Kampung Cigoong tetap berkomitmen melestarikan tradisi Ngajajapkeun dan Ngekahkeun sebagai bagian dari identitas budaya lokal Desa Pulosari. Warga berharap tradisi ini terus dikenalkan kepada generasi muda agar nilai-nilai luhur, kebersamaan, dan kearifan lokal tetap terjaga.

Kreatif : TIM REDAKSI