KALAPANUNGGALUPDATE.COM, Bandung Raya. – ( 5/1/2026 ). Modus penipuan dengan mengatasnamakan petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kembali memakan korban. Kali ini, korban diketahui merupakan ustaz kondang asal Garut, KH Jujun Junaedi, pimpinan Pondok Pesantren Al Jauhari.
Kasus ini mencuat ke publik setelah diungkap melalui unggahan media sosial Instagram. Dalam unggahan tersebut, turut disertakan rekaman suara korban yang menjelaskan kronologi kejadian penipuan yang dialaminya.
Awalnya, KH Jujun menerima sambungan telepon dari seseorang yang mengaku sebagai petugas Disdukcapil. Pelaku menyampaikan bahwa korban perlu melakukan verifikasi data KTP dan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Tanpa menaruh kecurigaan, korban mengikuti arahan pelaku.
Korban kemudian diminta membuka aplikasi Google Chrome dan mengikuti langkah-langkah yang diarahkan oleh pelaku. Karena pelaku dinilai menguasai data pribadi korban secara detail, KH Jujun mengaku tidak menaruh rasa curiga sedikit pun.
“Pelaku sangat meyakinkan, seolah-olah benar-benar petugas resmi,” ujar KH Jujun dalam keterangannya.
Selanjutnya, pelaku meminta korban melakukan pembayaran materai digital sebesar Rp11 ribu. Namun, setelah mengecek rekening bank, korban terkejut karena saldo tabungannya telah terkuras habis.
Berdasarkan informasi awal, kerugian yang dialami korban disebut mencapai Rp116 juta. Namun, berdasarkan pembaruan terbaru, total saldo yang berhasil dibobol pelaku diketahui mencapai Rp160 juta.
KH Jujun pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan instansi pemerintah, khususnya terkait verifikasi data kependudukan dan IKD.
“Cukup saya saja yang menjadi korban. Masyarakat harus lebih waspada terhadap modus penipuan seperti ini,” tegasnya.
Sebagai informasi, KH Jujun Junaedi dikenal luas sebagai ustaz kondang asal Garut dan pemilik Pondok Pesantren Al Jauhari. Kasus yang menimpanya menjadi pengingat bahwa kejahatan siber dapat menyasar siapa saja, tanpa memandang latar belakang.
Pihak berwenang pun diharapkan dapat menindaklanjuti kasus ini agar pelaku segera tertangkap dan tidak ada lagi korban berikutnya.
KREATIF : TIM REDAKSI
SUMBER : BERBAGAI SUMBER


















