Kalapanunggalupdate.com, Desa Pulosari Kecamatan Kalapanunggal, – ( 19/11/2025 ). Sebuah modus penipuan baru kembali meresahkan masyarakat. Kali ini, para pelaku memanfaatkan foto profil WhatsApp dan identitas palsu untuk menghubungi korbannya dan meminta pinjaman uang dengan berbagai alasan mendesak.
Dalam tangkapan layar percakapan WhatsApp yang beredar, terlihat seorang pelaku mengatasnamakan diri sebagai “Ajis” dan menggunakan foto pria berkaos hitam sebagai foto profilnya. Pelaku menghubungi korban dengan gaya bahasa yang meyakinkan, bahkan menggunakan bahasa daerah untuk menambah kesan akrab.
Baca Juga : Dari Bibit Hingga Pupuk, Semua Ada Di Toko Tani Makmur Kalapanunggal — Siap Antar Ke Rumah Petani! https://www.kalapanunggalupdate.com/?p=3101
Pelaku kemudian mulai melancarkan aksinya dengan meminta sejumlah uang. Ia berdalih membutuhkan biaya mendesak untuk keperluan anak yang sedang dirawat serta untuk menebus obat di apotek. Untuk memperkuat kepercayaan korban, pelaku bahkan mengirimkan foto wajah pria yang sama dengan foto profilnya, seolah ingin menunjukkan identitas asli.
Baca Juga : Lengkap, Murah, Terpercaya—BTM Resmi Jadi Toko Pilihan Petani Kalapanunggal https://www.kalapanunggalupdate.com/?p=3598
Namun saat korban mencoba memastikan keberadaan “Ajis” yang sebenarnya, pelaku terus mendesak dan meminta bukti foto balik, membuat percakapan semakin mencurigakan. Modus seperti ini banyak ditemukan dalam kasus penipuan digital, di mana foto orang lain dicuri dari media sosial atau grup publik untuk digunakan sebagai kedok. Informasi ini tersebar di Media Sosial Facebook di antaranya Akun Facebook pemilik photo.
Pakar keamanan digital mengingatkan bahwa masyarakat harus semakin berhati-hati ketika menerima pesan dari nomor tidak dikenal, terutama jika langsung meminta uang atau menunjukkan tanda-tanda mendesak.
Ciri-ciri modus penipuan serupa yang perlu diwaspadai:
- Menggunakan foto profil yang diambil dari internet atau akun orang lain.
- Mengaku sebagai kenalan atau keluarga namun nomor tidak dikenal.
- Menggunakan alasan darurat seperti keluarga sakit atau butuh biaya mendesak.
- Meminta foto atau informasi pribadi untuk memperkuat kepercayaan.
- Mendesak korban agar cepat mengirim uang.
Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi langsung kepada pemilik identitas yang sebenarnya melalui nomor lain atau bertemu secara langsung. Jangan mudah percaya pada nomor baru yang mengaku sebagai kerabat.
Jika menerima pesan serupa, segera blokir nomor tersebut dan laporkan sebagai penipuan. Kewaspadaan pengguna adalah benteng utama untuk mencegah jatuhnya lebih banyak korban. ( WR )



















