KALAPANUNGGALUPDATE.COM – ( 3/3/2026 ). Masyarakat Indonesia akan disuguhkan fenomena langit yang langka dan memukau, yakni Gerhana Bulan Total yang terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026, bertepatan dengan 14 Ramadhan 1447 Hijriah. Peristiwa ini menjadi momen istimewa karena berlangsung di bulan suci Ramadhan dan dapat disaksikan di berbagai wilayah Tanah Air.

Berdasarkan data resmi dari Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), gerhana akan berlangsung selama 3 jam 27 menit, dengan fase totalitas yang berbeda-beda di setiap wilayah.
Rangkaian Fase Gerhana Bulan Total (WIB)
- Awal fase gerhana sebagian: 16:50:01 WIB
- Awal fase gerhana total: 18:04:28 WIB
- Puncak gerhana: 18:33:37 WIB
- Akhir fase gerhana total: 19:02:24 WIB
- Akhir fase gerhana sebagian: 20:17:13 WIB
Durasi totalitas atau saat Bulan sepenuhnya tertutup bayangan Bumi berkisar 16 menit di wilayah paling barat Indonesia hingga 58 menit di wilayah paling timur.
Menariknya, hanya wilayah Kepulauan Maluku dan Papua yang dapat menyaksikan seluruh rangkaian fase gerhana secara lengkap. Hal ini karena saat gerhana mulai berlangsung, Bulan di sebagian wilayah Indonesia masih belum terbit.
Waktu Gerhana Berdasarkan Zona Indonesia
LF PBNU juga merinci waktu pelaksanaan shalat gerhana berdasarkan zona waktu:
- WIB: Maghrib – 20:17 WIB
- WITA: Maghrib – 21:17 WITA
- WIT: 18:50 – 22:17 WIT
Anjuran Shalat Khusuf
Gerhana Bulan Total ini juga menjadi momentum ibadah bagi umat Islam. Dalam syariat Islam, saat terjadi gerhana Bulan, umat dianjurkan melaksanakan shalat khusuf (shalat gerhana Bulan).
Secara fiqih, shalat gerhana hanya dapat dilaksanakan apabila gerhana tersebut kasat mata, yakni terlihat jelas perubahan cahaya Bulan yang menjadi gelap akibat tertutup bayangan Bumi. Karena Gerhana Bulan Total kali ini dapat diamati secara langsung di sejumlah wilayah Indonesia, maka pelaksanaan shalat gerhana memiliki dasar yang kuat.
Momen Langka di Bulan Suci
Fenomena ini bukan hanya peristiwa astronomi, tetapi juga menjadi pengingat akan kebesaran Allah SWT di bulan yang penuh berkah. Umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak doa, serta melaksanakan ibadah sunnah.
Masyarakat diimbau untuk menyaksikan gerhana di tempat terbuka dengan pandangan langit yang jelas. Berbeda dengan gerhana Matahari, Gerhana Bulan aman dilihat secara langsung tanpa alat pelindung khusus.
Catat tanggalnya, siapkan waktu Anda, dan jangan lewatkan fenomena langit spektakuler di pertengahan Ramadhan ini. ( Kreatif : WR )



















