Darurat Air Di Blok Parabon Ciseupan Pulosari! Petani Terpaksa Beli Air Rp50 Ribu Per Drum Demi Selamatkan Tanaman

KALAPANUNGGALUPDATE.COM| PARABON CISEUPAN PULOSARI Kalapanunggal, – ( 22/7/2026 ). Krisis air yang melanda kawasan pertanian di Blok Parabon, Ciseupan, Kampung Bojonggintung, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal semakin memprihatinkan. Di tengah musim kemarau, para petani kini harus mengeluarkan biaya tambahan dengan membeli air Rp50.000 per drum demi mempertahankan tanaman mereka agar tetap hidup.

Air yang dibeli tersebut bukan hanya digunakan untuk mencampur pupuk cair (pupuk kocor), tetapi juga untuk menyiram tanaman yang mulai mengalami kekeringan akibat tidak adanya sumber air permanen di kawasan tersebut.

Berbeda dengan wilayah lain yang masih memiliki saluran irigasi atau mata air, lahan pertanian di Blok Parabon sejak lama tidak memiliki akses air. Para petani hanya mengandalkan curah hujan sebagai sumber kehidupan tanaman. Saat musim penghujan tiba, mereka membuat kobakan atau kolam penampungan sederhana untuk menampung air hujan yang kemudian dimanfaatkan saat kemarau. Namun ketika kemarau berlangsung panjang, cadangan air tersebut cepat habis.

Akibatnya, satu-satunya pilihan yang tersisa adalah membeli air. Kondisi ini tentu menambah beban biaya produksi di tengah harapan petani untuk memperoleh hasil panen yang maksimal.

“Kalau tidak beli air, tanaman bisa mati. Air itu kami gunakan bukan hanya untuk pupuk kocor, tetapi juga untuk penyiraman. Di sini memang tidak ada akses air, dari dulu hanya mengandalkan air hujan yang ditampung di kobakan,” ungkap salah seorang petani.

Selain meningkatkan biaya usaha tani, kondisi tersebut juga dikhawatirkan akan berdampak pada penurunan hasil panen apabila musim kemarau terus berlangsung. Para petani berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun instansi terkait, baik melalui pembangunan sarana penyediaan air, embung, jaringan irigasi, maupun bantuan pasokan air bersih untuk lahan pertanian.

Darurat air yang dialami petani di Blok Parabon menjadi gambaran nyata tantangan yang dihadapi sektor pertanian di wilayah yang belum memiliki infrastruktur pengairan memadai. Tanpa solusi jangka panjang, persoalan yang sama diperkirakan akan terus berulang setiap musim kemarau dan mengancam keberlangsungan mata pencaharian para petani.

 

Reporter : IB.     Editor : WR

error: Mohon Maaf Tidak Bisa Di Salin ( COPAS ) !!