Warga Keluhkan Air Keruh Berminggu-minggu, PDAM Cabang Kabandungan Sampaikan Permintaan Maaf Dan Lakukan Perbaikan

KALAPANUNGGALUPDATE.COM | PDAM KABANDUNGAN –  ( 11/5/2026 ). Keluhan masyarakat terkait kualitas air bersih kembali ramai diperbincangkan di media sosial Facebook. Sejumlah pelanggan Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri Cabang Kabandungan mengaku kecewa lantaran air yang mengalir ke rumah warga dalam beberapa pekan terakhir terlihat keruh, berlumpur, bahkan di sejumlah wilayah disebut tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Unggahan warga tersebut langsung mendapat perhatian publik, terutama masyarakat Kecamatan Kabandungan yang terdampak gangguan distribusi air bersih. Banyak warga berharap adanya langkah cepat dari pihak PDAM agar kualitas pelayanan kembali normal.

Menanggapi keluhan tersebut, pihak Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri Kabupaten Sukabumi akhirnya menyampaikan pemberitahuan resmi sekaligus permintaan maaf kepada seluruh pelanggan, khususnya wilayah pelayanan Cabang Kabandungan.

Dalam pengumuman resminya, pihak PDAM menjelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan pekerjaan pemasangan valve berukuran 10 inch di WTP Kabandungan serta kegiatan pengurangan lumpur pada bak penampungan pasca banjir guna menjaga kualitas air.

Akibat pekerjaan tersebut, pendistribusian air kepada pelanggan mengalami gangguan sementara.

Pekerjaan perbaikan dijadwalkan berlangsung pada:

  • Senin, 11 Mei 2026
  • Pukul 15.00 WIB sampai selesai
  • Estimasi pekerjaan sekitar 24 jam

Seluruh wilayah pelayanan Cabang Kabandungan dipastikan terdampak selama proses pengerjaan berlangsung.

Pihak PDAM juga mengimbau masyarakat untuk melakukan penampungan air sebagai langkah antisipasi selama proses perbaikan berlangsung. Selain itu, manajemen menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan dalam beberapa waktu terakhir.

“Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, mohon maaf atas ketidaknyamanannya, terimakasih,” tulis pihak Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri dalam pengumuman resminya.

Sementara itu, sejumlah warga berharap proses normalisasi dapat segera selesai agar kebutuhan air bersih masyarakat kembali terpenuhi. Warga juga meminta adanya peningkatan kualitas pelayanan dan penanganan lebih cepat ketika gangguan terjadi, mengingat air bersih merupakan kebutuhan utama masyarakat sehari-hari. ( RED )