Diduga Tertekan Biaya Pernikahan, Karyawan Minimarket Di Sukabumi Ditemukan Meninggal, Isi Percakapan Terakhir Bikin Haru

KALAPANUNGGALUPDATE.COM | KABUPATEN SUKABUMI — ( 8/5/2026 ).  Suasana duka menyelimuti wilayah Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi, setelah seorang karyawan minimarket ditemukan meninggal dunia diduga akibat bunuh diri pada Jumat pagi (8/5/2026). Korban diketahui bernama Andiansyah (24), warga Kampung Cihaur, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon.

Kabar tragis ini semakin menyita perhatian publik usai beredarnya isi percakapan terakhir korban dengan sang kekasih. Dalam tangkapan layar yang viral di media sosial, korban tampak beberapa kali melakukan panggilan telepon yang tidak terjawab pada dini hari.

Korban juga sempat mengirim sejumlah pesan bernada pilu yang diduga berkaitan dengan tekanan biaya pernikahan dan seserahan.

“Uang yg dipakai buat seserahan besok aku ganti,” tulis korban dalam pesan terakhirnya.

Pesan lain yang membuat warganet ikut tersentuh berbunyi:

“Mau dipake semua bajunya.” “Sejuta lagi berarti ya.”

Selain itu, korban juga diduga sempat mengungkapkan rasa kecewa dan kelelahan batin melalui pesan bernada pasrah sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Kronologi Penemuan Korban

Berdasarkan laporan awal dari P2BK Kalibunder Kabupaten Sukabumi, peristiwa terjadi pada Jumat, 8 Mei 2026 sekitar pukul 05.30 WIB di Kampung Panyaguan RT 001/RW 001, Desa Kalibunder, Kecamatan Kalibunder.

Korban pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya bernama Mail saat hendak membuka rolling door Alfamart Kalibunder untuk memulai aktivitas kerja pagi.

Saat pintu dibuka, saksi melihat korban sudah tergeletak di lantai dengan seutas tali terlilit di leher dalam kondisi tidak bernapas. Rekan korban kemudian meminta bantuan warga sekitar sebelum akhirnya pihak terkait datang ke lokasi.

Identitas Korban

  • Nama: Inisial ( A )
  • Tempat/Tanggal Lahir: Sukabumi, 30 November 2001
  • Pekerjaan: Karyawan Alfamart
  • Alamat: Kp. Cihaur RT 007/RW 005, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon

Kondisi Terakhir

Korban sempat dibawa ke UGD Puskesmas Kalibunder untuk dilakukan visum dan menunggu penjemputan pihak keluarga.

P2BK Kalibunder bersama unsur pemerintah desa, puskesmas, Koramil, Polsek, Satpol PP, dan Tagana telah melakukan asesmen serta koordinasi di lokasi kejadian.

Peristiwa ini memicu gelombang simpati dari masyarakat dan netizen. Banyak pihak menilai tekanan ekonomi serta tuntutan persiapan pernikahan dapat menjadi beban mental berat, terutama bagi pekerja muda dengan kondisi finansial terbatas.

Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan menjadi pengingat pentingnya dukungan emosional, komunikasi keluarga, serta perhatian terhadap kesehatan mental di lingkungan sekitar.

Sumber: Berbagai Sumber / Laporan P2BK Kalibunder Kabupaten Sukabumi

Catatan Redaksi :

Apabila Anda atau orang terdekat mengalami tekanan emosional berat atau memiliki keinginan menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional, hubungi keluarga, sahabat, atau layanan kesehatan terdekat. ( RED )