KALAPANUNGGALUPDATE. — ( 7/1/2026 ). Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu kejadian paling agung dan monumental dalam sejarah Islam. Perjalanan luar biasa yang terjadi dalam satu malam ini bukan sekadar mukjizat, melainkan memiliki sebab-sebab mendalam yang sarat ujian, hikmah, serta penguatan iman bagi Rasulullah SAW dan umatnya.
Tahun Kesedihan, Awal Sebuah Mukjizat
Isra Mi’raj terjadi pada periode yang dikenal sebagai ‘Aamul Huzn’ (Tahun Kesedihan). Pada masa ini, Rasulullah SAW kehilangan dua sosok paling berpengaruh dalam hidup dan dakwahnya, yaitu Siti Khadijah RA, istri tercinta sekaligus pendukung utama perjuangan Islam, serta Abu Thalib, paman yang selama ini melindungi beliau dari tekanan kaum Quraisy.
Kepergian dua figur penting tersebut membuat tekanan terhadap Nabi Muhammad SAW semakin berat. Kaum Quraisy kian meningkatkan intimidasi, cemoohan, hingga kekerasan fisik.
Penolakan Dakwah dan Luka di Thaif
Ujian berat lainnya terjadi saat Rasulullah SAW berdakwah ke Thaif dengan harapan mendapatkan dukungan. Namun yang didapat justru penolakan, hinaan, bahkan lemparan batu hingga tubuh beliau berdarah. Dalam kondisi fisik dan batin yang sangat lemah inilah, Allah SWT menghadirkan penghiburan terbesar bagi Rasul-Nya melalui peristiwa Isra Mi’raj.
Penghiburan dan Penguatan dari Allah SWT
Isra Mi’raj menjadi bentuk penghiburan langsung dari Allah SWT, sekaligus penegasan bahwa Rasulullah SAW adalah hamba pilihan. Dalam perjalanan ini, Nabi diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha (Isra), lalu dinaikkan ke langit hingga Sidratul Muntaha (Mi’raj) untuk menerima perintah salat lima waktu.
Allah SWT berfirman:
“Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha…”
(QS. Al-Isra: 1)
Hadis Sahih tentang Isra Mi’raj
Peristiwa ini diriwayatkan secara sahih dalam berbagai hadis, salah satunya:
“Didatangkan kepadaku Buraq… lalu aku diperjalankan sampai ke Baitul Maqdis, kemudian aku dinaikkan ke langit…”
(HR. Bukhari No. 7517 dan HR. Muslim No. 162)
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa salat lima waktu yang diwajibkan pada malam Isra Mi’raj memiliki pahala setara lima puluh waktu, sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW.
Makna dan Hikmah bagi Umat Islam
Isra Mi’raj mengajarkan bahwa:
- Ujian berat adalah bagian dari perjuangan iman
- Pertolongan Allah datang di saat hamba-Nya berada di titik terendah
- Salat adalah tiang agama dan bentuk komunikasi langsung dengan Allah SWT
Peristiwa ini sekaligus menjadi bukti bahwa kekuatan iman mampu menembus batas ruang dan logika manusia
Kreatif : TIM REDAKSI
Sumber :
- Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 1
- Shahih Bukhari, Kitab Bad’ul Khalq
- Shahih Muslim, Kitab Al-Iman
- Ibnu Katsir, Al-Bidayah wan Nihayah
- Imam An-Nawawi, Syarah Shahih Muslim


















