KALAPANUNGGALUPDATE.COM, KALAPANUNGGAL, – ( 2/1/2026 ). Sebuah papan peringatan sederhana namun sarat makna kini berdiri di tengah hamparan hijau lahan pertanian. Terbuat dari papan kayu dengan tulisan tangan, peringatan tersebut berbunyi tegas: “Jukut Odot Ulah Sok Di Aritan!!!” yang berarti Rumput Odot jangan sembarangan disabit. Di bagian bawahnya, tertulis kalimat penutup bernada santun, “Hatur Nuhun Pangeretosanna” atau Terima kasih atas pengertiannya.
Peringatan ini dipasang sebagai respons atas seringnya pengambilan rumput odot oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab. Tanaman yang sejatinya disiapkan sebagai pakan ternak tersebut kerap dipotong tanpa izin, sehingga merugikan pemilik lahan baik secara ekonomi maupun waktu perawatan.
Pemilik jukut odot, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan keresahannya.
“Jukut ieu sanés tumbuh sorangan. Aya waktos, tanaga, sareng biaya kanggo miara. Mun dicokot sakahayang, tangtos kami nu rugi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa rumput odot tersebut sudah diperhitungkan untuk kebutuhan ternaknya sendiri dan sebagian untuk dijual.
Alih-alih memasang peringatan bernada keras, pemilik lahan memilih pendekatan kultural dengan bahasa daerah. Langkah ini diharapkan mampu menyentuh kesadaran masyarakat agar lebih menghargai hasil jerih payah orang lain.
Keberadaan papan peringatan ini pun menjadi cerminan persoalan klasik di wilayah pertanian: minimnya kesadaran akan hak kepemilikan lahan dan hasil tanam. Dari sebidang ladang hijau, tersampaikan pesan yang jelas—menjaga etika dan saling menghormati adalah fondasi hidup bermasyarakat.
KREATIF : TIM REDAKSI
SUMBER : FB RUMAH GWF


















