Kemenag Luncurkan Isyarat Huruf Hijaiyah Untuk Tuna Wicara, Wujud Nyata Al-Qur’an Yang Ramah Disabilitas

KALAPANUNGGALUPDATE.COM | Jakarta – ( 6/7/2026 ). Kementerian Agama (Kemenag) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif bagi seluruh masyarakat. Melalui Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) bersama Pusaka Super Apps, Kemenag memperkenalkan Isyarat Huruf Hijaiyah yang dirancang khusus untuk membantu penyandang tuna wicara dan masyarakat pengguna bahasa isyarat mempelajari huruf-huruf Al-Qur’an.

Inovasi ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan akses pendidikan Al-Qur’an yang setara bagi penyandang disabilitas. Setiap huruf hijaiyah, mulai dari Alif hingga Ya, disertai gerakan tangan yang telah disusun secara sistematis sehingga lebih mudah dipelajari dan dipraktikkan.

Melalui panduan tersebut, penyandang tuna wicara diharapkan dapat mengenal, menghafal, serta berkomunikasi menggunakan huruf hijaiyah dengan lebih mudah. Kehadiran media pembelajaran ini juga dapat dimanfaatkan oleh guru, pendamping disabilitas, keluarga, hingga lembaga pendidikan Islam dalam mendukung proses belajar mengajar yang lebih inklusif.

Dalam materi yang dipublikasikan Kemenag, selain menampilkan seluruh huruf hijaiyah, juga disertakan isyarat untuk Lam Alif, Ta Marbutah, Alif Maqsurah, dan Hamzah, sehingga materi menjadi lebih lengkap sebagai referensi pembelajaran dasar.

Program ini merupakan bagian dari semangat Kemenag Berdampak, yang menegaskan bahwa layanan keagamaan harus dapat diakses oleh semua kalangan tanpa terkecuali. Langkah tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa transformasi digital dan inovasi di lingkungan Kementerian Agama tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada peningkatan aksesibilitas bagi kelompok rentan.

Kehadiran Isyarat Huruf Hijaiyah ini mendapat apresiasi karena membuka kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk belajar membaca Al-Qur’an. Inisiatif tersebut diharapkan mampu mendorong terwujudnya pendidikan Islam yang lebih ramah, inklusif, dan berkeadilan, sehingga tidak ada lagi hambatan bagi siapa pun untuk mengenal dan mempelajari kitab suci Al-Qur’an.

Belajar Al-Qur’an adalah hak setiap insan. Dengan hadirnya Isyarat Huruf Hijaiyah, Kementerian Agama menghadirkan jembatan agar penyandang tuna wicara juga dapat belajar dan mengenal huruf-huruf Al-Qur’an dengan lebih mudah dan bermakna.”

 

Kreatif : WR

SUMBER : Kemenag Kabupaten Sukabumi

error: Mohon Maaf Tidak Bisa Di Salin ( COPAS ) !!