Dari Penertiban Ke Keadilan Sosial: Pemuda Muslimin Sijunjung Diskusi Serius Dengan Polres

KALAPANUNGGALUPDATE.COM, Sijunjung. — ( 22/1/2026 ). Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Sijunjung menggelar diskusi strategis bersama Polres Sijunjung terkait persoalan pertambangan, Kamis (22/1/2026). Pertemuan ini menjadi ruang dialog penting di tengah menguatnya sorotan publik terhadap aktivitas tambang, baik di tingkat nasional, Sumatera Barat, hingga daerah.

Diskusi berlangsung hangat dan konstruktif, dihadiri langsung Ketua Umum PC Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Sijunjung, Aris Supratman, S.Pd.I, yang juga tercatat sebagai Pengurus Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia periode 2025–2030, bersama jajaran pengurus. Dari pihak kepolisian, pertemuan diwakili oleh Kasatreskrim Polres Sijunjung.

Dalam pertemuan tersebut, Aris Supratman menegaskan bahwa diskusi ini bertujuan memperkuat komunikasi dan koordinasi antara organisasi kepemudaan dan aparat penegak hukum, khususnya dalam menyikapi persoalan pertambangan rakyat yang selama ini kerap menimbulkan dilema sosial dan hukum.

“Kami bersilaturahmi sekaligus berdiskusi dengan Polres Sijunjung untuk membahas isu pertambangan yang saat ini menjadi perhatian publik. Pemuda Muslimin mendukung penuh penegakan hukum terhadap tambang ilegal, namun kami juga menekankan pentingnya pendekatan yang humanis,” ujar Aris.

Menurutnya, aktivitas pertambangan bagi sebagian masyarakat merupakan sumber utama penghidupan. Karena itu, upaya penertiban yang dilakukan aparat diharapkan tetap mempertimbangkan aspek sosial dan kemanusiaan agar tidak memicu persoalan baru di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Aris menegaskan komitmen Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Sijunjung untuk mendorong transformasi pertambangan ilegal menuju pertambangan yang legal dan berkeadilan melalui regulasi yang jelas.

“Kami mendorong agar tambang rakyat dapat dilegalkan melalui mekanisme Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Jika sudah legal, kepastian hukum tercipta, masyarakat terlindungi, dan aktivitas pertambangan dapat berjalan secara tertib,” tegasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Sijunjung menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Sijunjung yang membuka ruang dialog secara terbuka. Ia menegaskan komitmen kepolisian untuk menjalankan penegakan hukum secara profesional, proporsional, dan humanis.

“Kami berterima kasih atas masukan yang disampaikan. Kepolisian akan terus mengedepankan pendekatan humanis serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyikapi persoalan pertambangan agar tidak menimbulkan konflik sosial dan keresahan di tengah masyarakat.

Sebagai tindak lanjut dari diskusi tersebut, Aris Supratman mengungkapkan bahwa Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Sijunjung berencana menggelar audiensi dengan DPRD Kabupaten Sijunjung dalam waktu dekat.

“Dalam waktu dekat kami akan beraudiensi dengan DPRD Kabupaten Sijunjung dengan menghadirkan instansi terkait untuk membahas penetapan WPR dan penerbitan IPR. Langkah ini penting agar masyarakat tidak terus berada dalam posisi rentan akibat aktivitas tambang ilegal,” pungkasnya.

Diskusi ditutup dengan ramah tamah sebagai simbol penguatan sinergi dan komitmen bersama antara Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Sijunjung dan Polres Sijunjung dalam mencari solusi terbaik bagi persoalan pertambangan di daerah.

Reporter : AGUS YI.    Editor : WR