KALAPANUNGGALUPDATE.COM | Kabupaten Bandung — ( 27/5/2026 ). Upaya mendorong kemajuan pelaku usaha mikro terus dilakukan berbagai elemen masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Seminar UMKM & Sosialisasi Program TKM Pemula Tahun 2026 yang digelar Morpheus Muda Indonesia di Pendopo Desa Bojongmalaka, Kabupaten Bandung, Sabtu (23/05/2026).
Kegiatan yang dihadiri puluhan peserta dari kalangan pelaku UMKM, pemuda, tokoh masyarakat hingga unsur pemerintahan desa tersebut berlangsung penuh antusiasme. Para peserta tampak aktif mengikuti pemaparan materi hingga sesi diskusi interaktif bersama para narasumber.
Ketua Umum Morpheus Muda Indonesia, Rizky Abdul Rojak, dalam sambutannya menyoroti masih rendahnya akses informasi masyarakat terhadap Program TKM Pemula Tahun 2026. Menurutnya, masih banyak pelaku usaha kecil yang belum memahami adanya program bantuan dan pemberdayaan tersebut.
“Program TKM Pemula ini sebenarnya sangat baik dan memiliki dampak positif untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha. Tetapi faktanya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui informasi detail terkait program tersebut karena sosialisasinya masih kurang,” ujar Rizky di hadapan peserta seminar.
Kegiatan seminar turut menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Desa Bojongmalaka H. Dedi Dermawan, S.IP, Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bandung H. Tarya Witarsa, S.Ag, Ketua DPD KNPI Kabupaten Bandung Rifki Fauzi, S.E, serta jajaran pengurus Morpheus Muda Indonesia.
Selain membahas peluang pengembangan UMKM, panitia juga membuka sesi pendampingan langsung bagi peserta yang ingin memahami tata cara mengikuti Program TKM Pemula Tahun 2026. Peserta diberikan edukasi mengenai persyaratan administrasi, strategi penguatan usaha, hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pemasaran produk.
Menurut Rizky, kehadiran Morpheus Muda Indonesia bukan hanya sebagai organisasi kepemudaan, tetapi juga menjadi jembatan informasi antara masyarakat dengan berbagai program pemberdayaan pemerintah.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya mendengar adanya program bantuan atau pemberdayaan, tetapi benar-benar memahami cara mengakses dan memanfaatkannya. Karena ketika informasi tidak sampai, maka banyak peluang yang akhirnya tidak dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Suasana seminar berlangsung hangat dan komunikatif. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar masyarakat, khususnya pelaku UMKM pemula, semakin siap menghadapi tantangan ekonomi dan mampu meningkatkan kapasitas usahanya secara mandiri.
Dengan adanya kegiatan ini, Morpheus Muda Indonesia diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya UMKM baru yang kreatif, produktif, dan siap bersaing di era digital tahun 2026. ( AGUS YI )


















