Banjir Terjang Sawah Di Desa Cipeuteuy, Lebih Dari 4 Hektare Lahan Terancam Gagal Panen

KALAPANUNGGALUPDATE.COM | Kecamatan Kabandungan, – Senin, 20 April 2026 (Malam), Banjir yang melanda wilayah Desa Cipeuteuy pada Senin malam (20/4) menyebabkan kerusakan serius pada lahan pertanian milik warga. Peristiwa ini diduga dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga malam hari, sehingga menyebabkan debit air meningkat dan meluap ke area persawahan.

Data sementara menunjukkan sedikitnya lebih dari 4 hektare sawah terdampak, dengan sebagian besar mengalami puso atau gagal panen menjelang masa panen.

Berdasarkan pendataan di lapangan, kerusakan terjadi di beberapa kelompok tani (poktan). Di Poktan Kampus Mekar, total lahan terdampak mencapai 1,2 hektare, dengan tujuh petani mengalami gagal panen. Sementara itu, Poktan Leuwi Waluh mencatat kerusakan seluas 0,85 hektare dari lima petani.

Kerusakan juga terjadi di Poktan Cisalimar dengan luas terdampak sekitar 0,3 hektare. Kondisi lebih parah dialami oleh Poktan Sukagalih yang saat ini tengah memasuki masa panen. Sebanyak 2,03 hektare sawah di wilayah tersebut dilaporkan rusak berat, sehingga berpotensi besar gagal dipanen.

Selain merendam lahan, banjir juga menyebabkan satu unit damparit di wilayah Poktan Leuwi Waluh hanyut terbawa arus. Di Poktan Sukagalih, kondisi lahan dinilai paling memprihatinkan karena banyaknya material kayu berukuran besar yang terbawa arus dan menumpuk di area persawahan. Hal ini diperkirakan akan menyulitkan proses pemulihan lahan dalam waktu dekat.

Upaya penanganan telah dilakukan dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pihak kecamatan, serta pemerintah desa yang turun langsung ke lokasi sejak malam kejadian untuk melakukan asesmen awal.

Hingga saat ini, petani berharap adanya bantuan dan langkah cepat dari pemerintah untuk penanganan dampak banjir, terutama dalam pemulihan lahan dan dukungan bagi petani yang mengalami kerugian akibat gagal panen. ( RED )