Ribuan Guru Madrasah Gelar Aksi Damai Di Depan DPR, Tiga Tuntutan Disuarakan Tegas

KALAPANUNGGALUPDATE.COM | PGM , DPR Jakarta, 11 Februari 2026. – Ratusan hingga ribuan guru madrasah swasta yang tergabung dalam Persatuan Guru Madrasah (PGM) dari berbagai perwakilan wilayah di Indonesia menggelar aksi damai di depan Gedung DPR RI, Rabu (11/2/2026). Dengan mengenakan atribut seragam dan membawa spanduk tuntutan, massa menyuarakan aspirasi mereka secara tertib dan penuh semangat kebersamaan.

Aksi yang dimulai sejak pagi hari tersebut dipusatkan di depan gerbang utama kompleks parlemen. Dalam orasinya, Ketua Aksi memandu langsung jalannya penyampaian aspirasi dari atas mobil komando. Di bawah kibaran bendera Merah Putih, para peserta aksi kompak mengangkat tangan dan menyatakan komitmen perjuangan mereka demi keadilan bagi guru madrasah.

Dalam spanduk besar yang terbentang, tertulis jelas tajuk “AKSI DAMAI GURU MADRASAH SWASTA”, disertai tiga tuntutan utama yang menjadi fokus perjuangan.

Tiga Tuntutan Utama

Adapun tiga tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut antara lain:

  1. Menghentikan diskriminasi terhadap guru madrasah, khususnya dalam hal kesejahteraan, kebijakan pendidikan, dan pengakuan status yang dinilai belum setara dengan guru di sekolah umum.
  2. Mengangkat Guru PPPK menjadi PNS, sebagai bentuk kepastian karier dan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
  3. Mendorong pemerintah dan DPR untuk merevisi serta memperjuangkan regulasi yang lebih berpihak kepada guru madrasah swasta, agar tidak terjadi kesenjangan dalam sistem pendidikan nasional.

Ketua Aksi dalam orasinya menegaskan bahwa perjuangan ini bukan sekadar soal status, melainkan menyangkut masa depan pendidikan dan keberlangsungan madrasah sebagai bagian penting dari sistem pendidikan nasional.

“Kami hadir dari berbagai daerah membawa satu suara: hentikan diskriminasi dan berikan keadilan bagi guru madrasah. Kami mendidik generasi bangsa, maka sudah seharusnya negara hadir memberikan kepastian dan penghargaan yang layak,” tegasnya disambut sorak dukungan peserta aksi.

Perwakilan Wilayah Turut Hadir

Aksi damai ini diikuti oleh perwakilan guru madrasah dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota. Mereka datang dengan membawa identitas organisasi dan wilayah masing-masing sebagai simbol solidaritas nasional.

Meski berlangsung dengan penuh semangat, aksi tetap berjalan tertib dan kondusif di bawah pengawalan aparat keamanan. Para peserta tampak membawa poster dan lembaran aspirasi yang ditujukan kepada anggota DPR RI agar segera menindaklanjuti tuntutan mereka.

Harapan pada DPR dan Pemerintah

PGM berharap DPR RI dapat membuka ruang dialog dan menjadikan aspirasi ini sebagai prioritas dalam pembahasan kebijakan pendidikan. Guru madrasah menilai bahwa peran mereka selama ini sangat vital dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya dalam pendidikan berbasis keagamaan.

Aksi damai ini menjadi bukti bahwa guru madrasah tidak tinggal diam dalam memperjuangkan hak dan keadilan. Dengan semangat persatuan dan nasionalisme, mereka menaruh harapan besar agar pemerintah segera mengambil langkah konkret.

Perjuangan pun ditegaskan akan terus dilakukan melalui jalur konstitusional hingga tercapai solusi yang berpihak pada kesejahteraan guru madrasah di seluruh Indonesia.

( Kreatif : WRJ     Editor : WR )