Kalapanunggalupdate.com, Cikidang – ( 18/11/2025 ). Kasus penipuan dengan dalih penyedia jasa pencari kerja ke luar kota kembali marak terjadi dan menelan korban. Kali ini, seorang warga Cikidang mengalami kerugian setelah tergiur tawaran pekerjaan di wilayah Sulawesi oleh seseorang yang mengaku sebagai penyedia jasa travel tenaga kerja.
Menurut keterangan korban, pelaku menjanjikan pekerjaan bergaji besar dan keberangkatan yang sudah diatur. Namun biaya perjalanan harus ditanggung oleh korban sendiri.
“Pelaku ngajak kerja ka Sulawesi. Katanya kabeh geus siap berangkat, tinggal ongkos travel pribadi. Karena percaya, saya bayar,” ujar korban.
Sesampainya di bandara, pelaku kembali meminta uang tambahan untuk alasan administrasi. Korban pun kembali memberikan uang agar keberangkatan tidak tertunda. Namun pelaku malah beralasan ingin menjemput orang lain yang disebut akan ikut berangkat. Setelah itu, pelaku menghilang dan tidak pernah kembali.
Korban menyadari dirinya telah menjadi korban penipuan dan berharap pihak berwajib segera menangkap pelaku agar tidak ada korban lain.
Viral di Media Sosial
Kasus ini kini ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya Facebook. Beredar unggahan yang memperingatkan masyarakat tentang maraknya calo travel pencari pekerja bangunan yang ternyata hanya akal-akalan untuk menipu.
Banyak komentar dari warganet yang mengungkap kekhawatiran mereka:
- “Di FB keur loba calo travel nyari pekerja bangunan. Padahal eta téh dek nipu lurrr, kade sing hati-hati!”
- “Teu apal jelemana, teu apal asal-usulna, tong daraeuk.”
Warganet mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada tawaran kerja yang tidak jelas identitas maupun legalitasnya.
Imbauan untuk Masyarakat
Pihak keamanan mengingatkan masyarakat untuk mengecek legalitas penyedia jasa dan tidak tergiur janji manis kerja di luar daerah tanpa informasi resmi. Pastikan segala bentuk biaya dan kontrak kerja jelas sebelum menyetujui keberangkatan.
Kasus seperti ini diprediksi akan terus terjadi jika masyarakat tidak lebih waspada. Edukasi dan penyebaran informasi melalui media sosial diharapkan mampu mencegah semakin banyaknya korban.
Reporter : WR
Sumber : Group FB ( My Palabuhan Ratu )



















