Kalapanunggalupdate.com, – ( 14/10/2025 ). Sebelum terbitnya Surat Edaran Gubernur Jawa Barat tentang Iuran Gotong Royong Sapoe Sarebu (Poe Ibu), masyarakat Kampung Cigoong RT 14 RW 05, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, telah lebih dahulu menjalankan tradisi sosial serupa yang dikenal dengan sebutan “PERELEK.”
Di bawah kepemimpinan Ketua RT Bapak Mulyana Setiawan, kegiatan Perelek ini telah menjadi budaya turun-temurun yang dijalankan dengan penuh kesadaran dan kebersamaan. Setiap warga menyisihkan sebagian kecil rezekinya untuk disetorkan secara rutin setiap tanggal 1 awal bulan, sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas sosial di lingkungan mereka.
Dana yang terkumpul dari Perelek digunakan untuk berbagai keperluan sosial, di antaranya biaya kematian warga, bantuan bagi warga yang sakit, ibu melahirkan, serta biaya operasional petugas lapangan yang turut mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Alhamdulillah, kegiatan Perelek ini sudah berjalan sejak lama dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga. Jadi ketika ada surat edaran dari Gubernur Jawa Barat terkait Sapoe Sarebu, kami merasa bangga karena apa yang kami jalankan ternyata sejalan dengan semangat program pemerintah,” ujar Mulyana Setiawan, Ketua RT 14 RW 05.
Menanggapi hal tersebut, Camat Kalapanunggal, Bapak Kurnia Abdillah, S.IP., M.Si, memberikan apresiasi terhadap inisiatif warga Kampung Cigoong yang telah menjaga dan melestarikan budaya gotong royong di tengah masyarakat.
“Apa yang dilakukan warga Cigoong patut menjadi contoh bagi wilayah lain. Perelek bukan hanya soal iuran, tapi tentang kepedulian dan rasa kebersamaan. Pemerintah Kecamatan Kalapanunggal tentu mendukung kegiatan positif seperti ini, karena selaras dengan nilai-nilai Sapoe Sarebu yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Sebagai bentuk semangat kebersamaan, warga pun rutin melakukan penagihan Perelek secara bergilir setiap awal bulan, dengan suasana penuh kekeluargaan. Tampak para petugas lapangan berjalan dari rumah ke rumah sambil menyapa warga, mencerminkan keharmonisan dan kekompakan masyarakat Kampung Cigoong.
Kegiatan ini tidak hanya memperkuat solidaritas sosial, tetapi juga menjadi wadah kebersamaan yang mampu mempererat hubungan antarwarga. Tradisi Perelek telah terbukti menjadi penopang penting bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai kesulitan tanpa harus menunggu bantuan dari luar.
Dengan semangat Sapoe Sarebu (Poe Ibu) yang kini digaungkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, warga Kampung Cigoong berharap kegiatan Perelek dapat terus dilestarikan dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Sukabumi dalam membangun kemandirian sosial berbasis gotong royong. ( WR )


















