KALAPANUNGGALUPDATE.COM | PGRI Kalapanunggal, 12 Februari 2026 – Upaya peningkatan kualitas pendidikan terus digencarkan. Puluhan guru dari berbagai sekolah di Kecamatan Kalapanunggal mengikuti Workshop Pengenalan Standar Proses Pembelajaran Berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Digitalisasi Pembelajaran yang digelar di Wisma PGRI Kecamatan Kalapanunggal, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kompetensi guru, khususnya dalam menghadapi tantangan implementasi Kurikulum Merdeka yang menuntut pembelajaran lebih bermakna, adaptif, dan berbasis teknologi.
Workshop menghadirkan pemateri yang kompeten di bidangnya, dengan materi seputar konsep deep learning, strategi pembelajaran yang mendorong berpikir kritis dan kreatif, serta pemanfaatan platform digital dalam proses belajar mengajar. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi demi sesi, mulai dari pemaparan materi hingga praktik langsung penggunaan media digital.
Dalam suasana yang interaktif, para guru diajak untuk memahami bagaimana pembelajaran mendalam tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada penguatan karakter, kemampuan problem solving, dan kolaborasi siswa. Selain itu, digitalisasi pembelajaran dinilai menjadi kebutuhan mendesak di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Ketua K3S/KKKS Kecamatan Kalapanunggal dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu mendorong guru untuk terus berinovasi.
“Guru harus siap bertransformasi. Pembelajaran tidak lagi monoton, tetapi harus mampu menggugah daya pikir siswa secara mendalam serta memanfaatkan teknologi sebagai alat pendukung utama,” ujarnya.
Peserta workshop yang didominasi guru perempuan dan laki-laki berseragam cokelat tampak aktif berdiskusi dan mencatat materi. Bahkan, dalam sesi tanya jawab, sejumlah guru menyampaikan tantangan yang mereka hadapi di lapangan, mulai dari keterbatasan sarana hingga adaptasi siswa terhadap sistem digital.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir komitmen bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kecamatan Kalapanunggal. Transformasi pembelajaran berbasis deep learning dan digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan demi mencetak generasi yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Workshop ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan semangat baru dalam memajukan dunia pendidikan di Kalapanunggal.
( Kreatif : WR )


















