Warga Desa Berkah Tak Pernah Lelah: Rutinitas Bersih Lingkungan Jadi Budaya Harian

KALAPANUNGGALUPDATE.COM | Desa Berkah  Kecamatan Bojonggenteng — ( 5/5/2026 ).  Pemandangan tak biasa namun penuh inspirasi tampak setiap hari di ruas jalan Desa Berkah. Sejumlah warga, khususnya ibu-ibu, terlihat kompak membersihkan lingkungan sejak pagi hari. Dengan membawa sapu, cangkul kecil, hingga alat kebersihan sederhana, mereka menyisir pinggir jalan, selokan, dan halaman sekitar rumah.

Kegiatan bersih-bersih ini bukan sekadar agenda sesaat, melainkan telah menjadi rutinitas harian yang melekat dalam kehidupan masyarakat. Uniknya, kegiatan tersebut memiliki sebutan khas untuk tiap harinya, mulai dari,

Sensih (Senin Bersih), Selsih (Selasa Bersih), Rabsih (Rabu Bersih), Kamsih (Kamis Bersih), Jumsih (Jumat Bersih), Sabsih (Sabtu Bersih), hingga Mingsih (Minggu Bersih).

Rutinitas ini menjadikan kebersihan lingkungan sebagai “lalapan sehari-hari” bagi warga. Jalan desa tampak rapi, selokan terawat, dan suasana lingkungan terasa asri serta nyaman dipandang.

Kegiatan luar biasa ini digagas oleh Kepala Desa Berkah, Andriyansyah, S.Pd.I., M.Pd., SH, yang berinisiatif menumbuhkan budaya gotong royong melalui pendekatan yang kreatif dan berkelanjutan. Ia bahkan memberikan reward atau penghargaan kepada warga untuk memacu semangat partisipasi.

“Awalnya kami hanya ingin menumbuhkan kesadaran bersama. Tapi alhamdulillah, sekarang ini sudah menjadi kebiasaan warga. Kami juga memberikan penghargaan setiap tahun, tepatnya saat peringatan 17 Agustus, kepada RT dengan tingkat kebersihan terbaik,” ujar Andriyansyah.

Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar lomba, tetapi bentuk apresiasi terhadap kekompakan dan kepedulian warga terhadap lingkungan.

Sementara itu, salah satu perwakilan warga mengaku kegiatan ini membawa dampak positif yang nyata.

“Kami merasa lingkungan jadi lebih sehat dan enak dipandang. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antarwarga. Jadi bukan hanya bersih, tapi juga menambah kekompakan,” ungkapnya.

Semangat gotong royong yang terus terjaga ini menjadi contoh nyata bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal sederhana. Desa Berkah pun kini menjadi inspirasi bagaimana kebersihan lingkungan bisa dijadikan budaya, bukan sekadar kewajiban. ( RH )