Seren Taun Akbar dan Gema Muharam 1448 H Di Desa Pulosari Berlangsung Meriah, Domba Persembahan Untuk Kepala Desa Jadi Sorotan

KALAPANUNGGALUPDATE.COM| Desa Pulosari Kalapanunggal Sukabumi — ( 21/6/2026 ). Ribuan warga memadati halaman depan Kantor Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, dalam perhelatan Seren Taun Akbar dan Gema Muharam 1448 Hijriah / 2026 Masehi, Sabtu (21/06/2026). Kegiatan adat dan religi yang sarat makna ini berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan berbagai rangkaian acara yang melibatkan masyarakat, tokoh adat, serta unsur pemerintah daerah.
Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, DPMD Kabupaten Sukabumi, Anggota DPRD, Plt Camat Kalapanunggal, Polsek Kalapanunggal, Koramil Kalapanunggal, Seluruh kasepuhan Desa Pulosari, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Sejak pagi hari, masyarakat telah memadati lokasi untuk menyaksikan pawai arak-arakan hasil bumi yang menjadi pembuka kegiatan. Berbagai hasil pertanian unggulan seperti padi, sayuran, buah-buahan, hingga hasil perkebunan diarak oleh warga sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki dan keberkahan hasil panen yang diberikan Allah SWT.
Suasana semakin semarak ketika rombongan masyarakat membawa berbagai persembahan hasil bumi yang dihias secara menarik. Namun yang paling menyita perhatian pengunjung adalah hadirnya seekor domba dari para peternak Desa Pulosari yang secara khusus dipersembahkan sebagai hadiah untuk Kepala Desa Pulosari. Kehadiran domba tersebut menjadi simbol dukungan dan kebersamaan masyarakat terhadap pembangunan desa serta menjadi daya tarik tersendiri dalam rangkaian pawai budaya tahun ini.
Setelah pawai selesai, rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi adat Sedekah Bumi yang dipimpin para kasepuhan. Ritual ini menjadi bagian penting dalam tradisi Seren Taun sebagai ungkapan syukur kepada Sang Pencipta atas hasil bumi yang melimpah sekaligus doa bersama agar masyarakat Desa Pulosari senantiasa diberikan keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan.
Dalam prosesi tersebut, para kasepuhan dan tokoh adat memanjatkan doa-doa serta melaksanakan ritual adat yang diwariskan secara turun-temurun. Masyarakat tampak khusyuk mengikuti setiap tahapan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai budaya dan kearifan lokal yang masih terjaga hingga saat ini.
Setelah seluruh rangkaian doa dan ritual adat selesai dilaksanakan, hasil bumi yang sebelumnya diarak kemudian dibagikan kepada masyarakat. Momen pembagian hasil bumi ini disambut antusias oleh warga yang telah menunggu sejak pagi hari. Tradisi tersebut diyakini sebagai simbol berbagi keberkahan dan mempererat tali persaudaraan antarwarga.
Dalam sambutannya, sejumlah tamu undangan mengapresiasi konsistensi masyarakat Desa Pulosari dalam menjaga tradisi budaya leluhur yang dipadukan dengan semangat keagamaan melalui Gema Muharam 1448 H. Selain menjadi sarana pelestarian budaya, kegiatan ini juga dinilai mampu mendorong sektor pariwisata dan memperkenalkan potensi pertanian serta budaya lokal kepada masyarakat luas.
Perhelatan Seren Taun Akbar dan Gema Muharam 1448 H tahun ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong, pelestarian budaya, dan nilai-nilai religius masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Desa Pulosari. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah, tradisi warisan leluhur ini diharapkan terus lestari dan menjadi kebanggaan Kabupaten Sukabumi. ( WR )