Plang Kritik Warga Viral, Gubernur Jabar Tanggapi: Perbaikan Jembatan Masuk Tahap Perencanaan Tahun Ini

KALAPANUNGGALUPDATE.COM | DAYEUHKOLOT KABUPATEN BANDUNG, – ( 12/2/2026 ).  Sebuah plang bertuliskan kritik tajam dari warga dan pengguna jembatan sempat viral di media sosial. Dalam spanduk yang terpasang di area jembatan tersebut tertulis, “Bukan kurang anggaran tapi kurangnya kepedulian #ripsasakgelis”, menyuarakan keresahan masyarakat terhadap kondisi jembatan yang dinilai memprihatinkan dan membahayakan.

Aksi spontan warga itu akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat merespons langsung keluhan tersebut dan memastikan bahwa penanganan jembatan telah dibahas bersama pihak terkait, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Berdasarkan hasil kajian BBWS, terdapat dua opsi teknis perbaikan yang saat ini masuk dalam tahap perencanaan:

  1.  Jembatan ditinggikan, dengan estimasi anggaran sekitar Rp 100 miliar.
  2. Jembatan tidak ditinggikan, dengan estimasi biaya sekitar Rp 60 miliar.

Selain dua opsi tersebut, proyek ini juga mencakup pembebasan lahan sebagai bagian dari penyesuaian teknis di lapangan.

Pemerintah menyatakan bahwa seluruh rencana sudah memasuki tahap perencanaan matang dan ditargetkan insyaallah dapat direalisasikan pada tahun ini, sesuai dengan mekanisme dan kesiapan anggaran.

Dalam keterangannya, Gubernur Jawa Barat juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat atas kritik dan kepedulian yang disampaikan. Ia menegaskan bahwa aspirasi publik menjadi bagian penting dalam proses pengambilan kebijakan pembangunan.

“Terima kasih atas kritik dan masukannya. Semua menjadi perhatian kami. Insyaallah tahun ini masuk tahap realisasi,” demikian disampaikan dalam respons resmi.

Plang kritik yang semula menjadi simbol kekecewaan kini berubah menjadi titik awal percepatan solusi. Warga pun berharap, rencana yang telah disusun benar-benar terealisasi demi keamanan dan kenyamanan bersama.

Masyarakat diimbau untuk terus mengawal proses ini serta menjaga kondusivitas di lapangan, sembari menunggu tahapan pelaksanaan dimulai.

( Kreatif : WR  Sumber : Berbagai Sumber )