KALAPANUNGGALUPDATE.COM | SUKABUMI , 27 Agustus 2026 — Pemerintah Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, mengajak seluruh masyarakat untuk menjauhi praktik judi online (judol) yang dinilai dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap kehidupan pribadi, keluarga, dan kesejahteraan masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan melalui imbauan publik Pemerintah Desa Pulosari yang menampilkan pesan tegas “Jauhi Judol” dan “Stop Judol”. Imbauan tersebut ditujukan kepada warga Desa Pulosari sebagai bagian dari upaya mendorong terciptanya lingkungan masyarakat yang sehat, aman, dan sejahtera.
Dalam imbauannya, Kepala Desa Pulosari Dirja Miharja menekankan bahwa judi online bukan sekadar persoalan kehilangan uang, tetapi juga dapat berdampak pada kehidupan sosial dan keluarga. Praktik tersebut disebut dapat menyebabkan kehilangan harta, mengganggu kesehatan mental, mengancam keharmonisan keluarga, serta berpotensi mendorong penyalahgunaan bantuan sosial.
“Jauhi judol. Judi online merusak diri, keluarga dan masa depan,” menjadi pesan utama yang disampaikan Pemerintah Desa Pulosari kepada masyarakat.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar menggunakan bantuan sosial sesuai dengan peruntukannya demi memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Imbauan tersebut sekaligus mengajak warga untuk bersama-sama membangun Desa Pulosari yang sehat, aman, dan sejahtera.
Pesan mengenai bantuan sosial juga menjadi perhatian dalam poster tersebut. Pemerintah Desa Pulosari mengingatkan bahwa keterlibatan dalam aktivitas judi online dapat berdampak terhadap rekening yang digunakan untuk menerima bantuan sosial, sebagaimana ditegaskan dalam pesan “Satu orang berbuat, rekening bansos akan terblokir.”
Melalui imbauan ini, Pemerintah Desa Pulosari berharap masyarakat semakin memahami risiko judi online dan tidak mudah tergiur oleh berbagai bentuk permainan atau tawaran perjudian melalui internet.
Mari bersama membangun Desa Pulosari yang sehat, aman, dan sejahtera. Stop judi online, pilih masa depan, bukan penyesalan.
Reporter: IB
Editor: Agus YI



















