KALAPANUNGGALUPDATE.COM | JAKARTA, 26 Agustus 2026 — Memasuki 81 tahun perjalanan kemerdekaan Republik Indonesia, Forum Organisasi Pemuda Islam Nasional menyerukan agar cita-cita kemerdekaan tidak berhenti sebagai narasi, melainkan diwujudkan melalui kebijakan yang nyata dan berpihak kepada rakyat.
Seruan tersebut disampaikan melalui Pernyataan Sikap Kebangsaan Forum Organisasi Pemuda Islam di Jakarta, Rabu (26/8/2026). Forum ini terdiri atas Pemuda Muslimin Indonesia, Pemuda Al-Irsyad, Generasi Muda Mathla’ul Anwar, Pemuda Hidayatullah, serta Barisan Muda Al-Ittihadiyah.
Forum menilai, setelah 81 tahun Indonesia merdeka, cita-cita untuk menghadirkan masyarakat yang adil, makmur, berdaulat, dan sejahtera masih menghadapi berbagai tantangan. Persoalan penegakan hukum, ketimpangan pendidikan dan ekonomi, konflik agraria, pengelolaan sumber daya alam, ancaman terhadap moral generasi muda, hingga kedaulatan pangan dinilai membutuhkan perhatian serius dan langkah konkret pemerintah.
Dalam pernyataannya, Forum Organisasi Pemuda Islam juga menyoroti Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menjadi arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut forum, Asta Cita tidak boleh berhenti sebagai janji politik, slogan, maupun dokumen perencanaan pembangunan. Komitmen tersebut harus diterjemahkan menjadi kebijakan, anggaran, tindakan, serta capaian nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Atas dasar tanggung jawab moral, keagamaan, dan kebangsaan, Forum Organisasi Pemuda Islam Nasional menyampaikan delapan tuntutan dan sikap kebangsaan.
Pertama, forum mendesak seluruh aparat penegak hukum, termasuk TNI, Polri, Kejaksaan, Kehakiman, KPK, dan institusi penegak hukum lainnya, agar menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan adil sehingga masyarakat memperoleh rasa aman serta kepastian hukum.
Kedua, forum mendukung kebebasan berekspresi dan penyampaian pendapat di muka umum sebagai bagian dari hak konstitusional warga negara. Namun, kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab, tertib, dan tetap menjaga kondusivitas kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ketiga, forum mendesak Pemerintah Pusat bersama DPR RI untuk memperkuat regulasi yang bertujuan melindungi masyarakat, keluarga, dan generasi muda dari berbagai bentuk perilaku seksual berisiko serta mendorong pembahasan kebijakan yang berkaitan dengan isu LGBTQ secara konstitusional dan berbasis perlindungan masyarakat.
Keempat, forum mendesak aparat penegak hukum mengambil tindakan tegas terhadap praktik judi online (judol) serta memperkuat penertiban terhadap pinjaman online (pinjol) ilegal yang dinilai telah menimbulkan persoalan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat.
Kelima, forum mendukung pelaksanaan reformasi agraria yang menjamin kepastian dan keadilan hak atas tanah bagi masyarakat, khususnya petani, sekaligus mendorong penyelesaian konflik agraria secara transparan dan berkeadilan.
Keenam, forum mendorong pengelolaan sumber daya alam (SDA) secara transparan, bertanggung jawab, berkelanjutan, dan sebesar-besarnya memberikan manfaat bagi kesejahteraan rakyat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Ketujuh, forum mendesak pemerintah segera melakukan reformasi pendidikan nasional untuk memastikan pendidikan yang berkualitas, merata, terjangkau, berkarakter, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Kedelapan, forum mendesak pemerintah mewujudkan kedaulatan pangan nasional sekaligus memastikan tata kelola pangan yang bersih, transparan, dan terbebas dari praktik mafia pangan yang merugikan petani maupun konsumen.
Forum Organisasi Pemuda Islam menegaskan bahwa pemuda Islam tidak ingin menjadi penonton dalam perjalanan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Pemuda harus hadir sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, sekaligus mitra kritis pemerintah dalam memastikan arah pembangunan tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.
Karena itu, forum menyerukan kepada seluruh elemen bangsa agar mengawal pelaksanaan kebijakan pemerintah secara kritis, konstruktif, dan konstitusional.
“Asta Cita harus direalisasikan, bukan sekadar dijanjikan. Pemuda bersatu, rakyat berdaulat, Indonesia bermartabat.”
Pernyataan sikap tersebut ditandatangani oleh:
- Habib Fathan Ibrahim, Ketua Harian PB Pemuda Muslimin Indonesia;
- Sami Muhamad, Ketua Umum PB Pemuda Al-Irsyad;
- Ahmad Nawawi, Ketua Umum DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar;
- Haniffudin Chaniago, Ketua Umum PP Pemuda Hidayatullah;
- Berry Kurniawan, DPP Barisan Muda Al-Ittihadiyah.
Jakarta, 26 Agustus 2026.
Reporter: Agus YI
Editor : WR



















