KALAPANUNGGALUPDATEMCOM | TAMBUN UTARA, 12 September 2026 — Penguatan literasi keagamaan dan sinergi para pegiat dakwah terus dilakukan di Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Salah satunya melalui kegiatan NGIDER (Ngasih Informasi dan Edukasi Religi) yang digelar di Masjid Al Ikhlas, Gabus Bulak, Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan IKAPIM (Ikatan Persaudaraan Imam Marbot) bersama FORSIMA (Forum Silaturahmi Majelis Taklim) Kecamatan Tambun Utara. NGIDER menjadi wadah silaturahmi, komunikasi, sekaligus edukasi keagamaan yang mempertemukan imam, marbot, pengurus majelis taklim, penyuluh agama Islam, dan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala KUA Kecamatan Tambun Utara Ustadz H. M. Ali Sadikin, S.Ag., Ketua IPARI Kabupaten Bekasi Ustadz H. Supriadi, S.Ag., MM., serta Penyuluh Agama Islam Kecamatan Tambun Utara Ustadz Wahlul Hariri, S.Sos., Ustadz Wahyullah, S.Ag., dan Ustadz Fahrurrozi, S.Pd.I.
Perkuat Sinergi Pembinaan Umat
Kepala KUA Kecamatan Tambun Utara, Ustadz H. M. Ali Sadikin, S.Ag., mengapresiasi pelaksanaan NGIDER. Menurutnya, sinergi antara KUA, penyuluh agama, imam, marbot, dan majelis taklim sangat penting dalam memperkuat pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat.
“Kegiatan seperti NGIDER sangat positif karena menjadi ruang untuk bersilaturahmi, berbagi informasi, dan memperkuat sinergi. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar H. M. Ali Sadikin.
Menurutnya, imam dan marbot tidak hanya memiliki peran dalam pelayanan ibadah di masjid, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Sementara itu, Ketua IPARI Kabupaten Bekasi, Ustadz H. Supriadi, S.Ag., MM., menekankan pentingnya kehadiran penyuluh agama di tengah masyarakat. Penyuluh diharapkan mampu menyampaikan edukasi keagamaan secara komunikatif, humanis, dan sesuai dengan kebutuhan umat.
“Penyuluh agama tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun komunikasi dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
NGIDER Bukan Sekadar Seremonial
Para Penyuluh Agama Islam Kecamatan Tambun Utara turut mendorong agar forum seperti NGIDER dapat terus dikembangkan sebagai ruang edukasi dan pencerahan bagi masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama dalam memperkuat literasi keagamaan, memperluas komunikasi antarelemen umat, serta membangun ukhuwah Islamiyah.
Sinergi KUA, IPARI, IKAPIM, FORSIMA, penyuluh agama, imam, marbot, majelis taklim, dan masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting untuk menghadirkan pembinaan keagamaan yang lebih dekat, responsif, dan berkelanjutan.
Dengan semangat silaturahmi dan kolaborasi, NGIDER diharapkan mampu menjadi ruang bersama untuk berbagi informasi, memperluas wawasan keagamaan, memperkuat ukhuwah, dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat Tambun Utara.
NGIDER — Ngasih Informasi dan Edukasi Religi: hadir lebih dekat, berbagi ilmu, memperkuat ukhuwah, dan bergerak bersama untuk kemaslahatan umat.
Reporter: AYI
Editor: WR



















