KALAPANUNGGALUPDATE.COM | Desa Pulosari Kecamatan Kalapanunggal, – ( 13/2/2026 ). Kasus hilangnya 11 ekor domba di Kampung Raksamala dan Kampung Cigoong II, Desa Pulosari, Kamis malam (12/2/2026), terus menjadi perbincangan warga. Meski para pemilik belum melaporkan secara langsung ke kepolisian dan informasi awal menyebar melalui status WhatsApp serta media sosial, Pemerintah Desa Pulosari memastikan telah mengambil langkah cepat.
Kepala Desa Pulosari, Dirja Miharja, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam menyikapi keresahan masyarakat.
“Secara prosedur, Pemdes sudah menyampaikan tembusan ke Polsek. Selain itu, kami juga akan bersurat kepada setiap Ketua RT dan RW untuk mengaktifkan kembali kegiatan ronda malam,” tegas Dirja.
Langkah tersebut diambil untuk mempersempit ruang gerak para pelaku. Pemerintah desa ingin memastikan keamanan lingkungan diperketat, khususnya pada malam hari yang kerap dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab.
Menurut Dirja, jika pun pelaku nekat dan semakin berani, setidaknya dengan ronda yang sigap dan terjadwal, para pelaku akan berpikir ulang sebelum memasuki wilayah Pulosari.
“Minimal ruang gerak mereka terbatasi. Kalau ronda berjalan aktif dan warga kompak, tentu akan menjadi pertimbangan bagi pelaku untuk tidak masuk ke wilayah kita,” tambahnya.
Diketahui, dari total 11 ekor domba yang hilang, delapan ekor milik warga Kampung Cigoong II dan tiga ekor milik warga Kampung Raksamala. Kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp20 juta.
Pemerintah desa juga mengimbau masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan media sosial dalam menyebarkan informasi, tetapi segera melapor secara resmi apabila terjadi tindak pidana. Hal ini dinilai penting agar aparat penegak hukum dapat melakukan penyelidikan dan tindakan yang lebih terukur.
Kini, harapan warga tertuju pada kekompakan lingkungan. Ronda malam bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi benteng pertama menjaga keamanan kampung.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama,” pungkas Dirja.
(Redaksi)


















