Kalapanunggalupdate.com, SUKABUMI — Suasana haru menyelimuti Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Sukabumi, pada Sabtu sore (15/11/2025). Sebuah rumah sederhana yang selama ini menjadi tempat berteduh dua kakak beradik yatim piatu itu roboh seketika menjelang waktu magrib. Tidak ada teriakan, tidak ada kata-kata—hanya tatapan kosong dan tubuh yang saling merangkul dalam diam.

Pemuda itu, sang kakak, berdiri mematung. Matanya tak berkedip menatap puing-puing kayu yang kini berserakan. Rumah yang dibangun dari material seadanya itu kini rata dengan tanah. Sementara sang adik, yang selama ini hanya bergantung padanya, berusaha menahan tangis sambil mengelus bahu kakaknya, mencoba menenangkan meski dirinya sendiri nyaris tak mampu berdiri.
Baca Juga : Lengkap, Murah, Terpercaya—BTM Resmi Jadi Toko Pilihan Petani Kalapanunggal https://www.kalapanunggalupdate.com/?p=3598
Keduanya hidup tanpa orang tua. Ayah mereka entah di mana, sementara sang ibu telah lebih dulu menghadap Sang Khalik. Selama ini mereka bertahan dengan apa adanya, mengisi hari-hari dengan saling menguatkan. Namun kini, tempat yang menjadi satu-satunya saksi perjuangan hidup mereka hilang dalam sekejap.
Warga sekitar turut terdiam. Beberapa menutup mulut, sebagian lagi menatap nelangsa.
“Ya Allah… kasihan sekali. Semoga mereka diberi kekuatan,” ujar salah satu warga yang menyaksikan.
Menurut warga, rumah tersebut memang sudah tampak rapuh. Kayu-kayu penyanggahnya banyak yang lapuk dimakan usia. Diduga, struktur yang melemah membuat rumah tak lagi mampu bertahan hingga akhirnya ambruk begitu saja.
Peristiwa memilukan ini menjadi pengingat bahwa masih banyak warga yang tinggal di rumah tidak layak huni dan perlu perhatian lebih dari pemerintah maupun instansi terkait. Warga berharap, musibah ini bisa membuka pintu bantuan untuk dua kakak beradik tersebut, agar mereka memiliki tempat tinggal yang layak dan bisa melanjutkan hidup tanpa ketakutan akan kehilangan tempat berteduh lagi.
Masyarakat sekitar mengajak semua pihak untuk ikut mendoakan dan, bila mampu, memberikan bantuan bagi mereka yang kini kehilangan segalanya kecuali satu hal: kekuatan untuk tetap saling menggenggam di tengah cobaan.
Kontributor : IB
Editor :WR
SUMBER : FB












