KALAPANUNGGALUPDATE.COM, PURWAKARTA. — ( 31/12/2025 ). Pemandangan deretan rumah kayu bernuansa tradisional yang tertata rapi di Kampung KDM, Purwakarta, seketika menyita perhatian publik. Sulit dipercaya, kawasan yang kini tampak asri dan menenangkan itu sebelumnya hanyalah lahan pembangunan Huntap (Hunian Tetap) bagi warga terdampak bencana pergeseran tanah di Kampung Cibodas.
Transformasi ini menjadi bukti nyata kerja cepat dan kepedulian pemimpin daerah. Dalam waktu 28 hari 40 malam, Kampung KDM berhasil berdiri megah—bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol harapan baru bagi warga yang sempat kehilangan tempat tinggal.
Nuansa rumah-rumah kayu bergaya kampung halaman, jalan lingkungan yang tertata, hingga ornamen sederhana penuh makna menghadirkan rasa hangat, seolah memeluk para penghuninya untuk kembali bangkit. Inilah wajah baru Kampung KDM, sebuah kampung yang tidak hanya dibangun dengan material, tetapi juga dengan cinta dan empati.
Pembangunan Huntap ini menjadi wujud kepedulian nyata Kang Dedi Mulyadi bersama Om Zein, Bupati Purwakarta, terhadap warganya yang terdampak bencana. Di tengah banyaknya janji, Kampung KDM hadir sebagai jawaban: bahwa masih ada pemimpin yang turun tangan, bekerja, dan benar-benar memikirkan masa depan rakyatnya.
“Ini bukan sekadar relokasi, tapi pemulihan martabat dan kehidupan,” ujar salah satu warga dengan mata berkaca-kaca, menyaksikan rumah barunya yang kini berdiri kokoh.
Kampung KDM pun menuai decak kagum dari berbagai kalangan. Konsepnya yang mengangkat suasana desa, kearifan lokal, serta kecepatan pengerjaan yang luar biasa menjadikan kampung ini simbol keberhasilan penanganan pascabencana berbasis kemanusiaan.
Lebih dari sekadar Huntap, Kampung KDM adalah pesan kuat bahwa kerja nyata selalu meninggalkan jejak, dan kepemimpinan yang tulus akan selalu dikenang oleh rakyatnya.
Tagar:
#kampungkdm #purwakarta #kdm #omzein #dedimulyadi #kampunghalaman #suasanadesa


















