Gempa M 4,2 Guncang Sukabumi Saat Dini Hari, Jamaah Iktikaf Di Masjid Sempat Terhenti

KALAPANUNGGALUPDATE.COM | KALAPANUNGGAL KABUPATEN SUKABUMI – ( 15/3/2026 ).  Suasana hening malam yang biasanya dipenuhi lantunan doa mendadak berubah tegang ketika gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,2 mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu dini hari (15/3/2026) sekitar pukul 00.36 WIB.

Informasi gempa tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan data resmi, pusat gempa berada pada koordinat 6,97 Lintang Selatan dan 106,98 Bujur Timur, atau sekitar 8 kilometer tenggara Kota Sukabumi dengan kedalaman 10 kilometer.

Guncangan gempa terasa di sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi, salah satunya di Kecamatan Kalapanunggal. Saat peristiwa terjadi, sejumlah warga tengah khusyuk melaksanakan ibadah iktikaf di Masjid Baiturrahman.

Di tengah keheningan malam yang dipenuhi doa dan dzikir, tiba-tiba lantai masjid terasa bergetar. Jamaah yang tengah beribadah pun sempat terdiam dan saling memandang, memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

“Ada gempa, hati-hati,” seru salah seorang jamaah yang spontan mengingatkan jamaah lainnya saat getaran terasa.

Suasana yang semula khusyuk berubah seketika menjadi penuh kewaspadaan. Beberapa jamaah sempat menghentikan ibadahnya untuk memastikan kondisi di dalam dan sekitar masjid tetap aman.

Meski sempat menimbulkan kepanikan ringan, situasi di lokasi dilaporkan tetap terkendali. Tidak ada laporan kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut, baik di lingkungan masjid maupun di permukiman warga sekitar.

Setelah beberapa saat dan kondisi dipastikan aman, para jamaah kembali melanjutkan ibadah iktikaf seperti biasa, melanjutkan doa dan dzikir di penghujung malam.

Sementara itu, pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Warga juga diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan aktivitas gempa di wilayah tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di tengah ketenangan malam sekalipun, alam dapat menunjukkan kekuatannya kapan saja. Namun ketenangan dan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci agar situasi tetap terkendali.

Reporter : AGUS YI.   Editor : WR