Kalapanunggalupdate.com, Jakarta Barat, 20 November 2025 — Maraknya kasus kenakalan remaja di berbagai daerah mendorong Perhimpunan Bina Santri dan Pelajar Muslim Indonesia (PB SEPMI) mengambil langkah strategis. Wakil
Baca Juga : Dari Bibit Hingga Pupuk, Semua Ada Di Toko Tani Makmur Kalapanunggal — Siap Antar Ke Rumah Petani! https://www.kalapanunggalupdate.com/?p=3101
Sekretaris Jenderal PB SEPMI sekaligus Ketua Pelaksana Pelantikan dan Rakernas, Sandi, mengajak seluruh organisasi pelajar, komunitas, dan kelompok kepemudaan bergerak bersama membangun Gerakan Kesadaran Kolektif untuk mencegah meningkatnya perilaku menyimpang di kalangan remaja.
Seruan tersebut disampaikan Sandi saat memberikan keterangan di Sekretariat PB SEPMI, Jl. Prof. Dr. Latumeten No.16 Blok G, Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (20/11/2025).
Baca Juga : Lengkap, Murah, Terpercaya—BTM Resmi Jadi Toko Pilihan Petani Kalapanunggal https://www.kalapanunggalupdate.com/?p=3598
Dalam pemaparannya, Sandi menegaskan bahwa derasnya arus perubahan zaman telah memunculkan berbagai tantangan baru bagi pelajar dan pemuda. Mulai dari perundungan, tawuran, penyalahgunaan media sosial, narkotika, hingga tindakan kriminal lainnya.
“Ini bukan hanya mengancam masa depan generasi muda, tetapi juga merongrong ketahanan moral dan sosial bangsa,” tegasnya.
Tiga Pilar Gerakan Kesadaran Kolektif
Untuk merespons kondisi tersebut, Sandi mengajak seluruh elemen kepemudaan membangun Gerakan Kesadaran Kolektif dengan tiga pilar utama:
1. Memperkuat Karakter dan Integritas Pelajar
Sandi menilai karakter kuat adalah tameng utama bagi remaja dalam menolak ajakan negatif. “Disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab harus menjadi identitas pelajar dan pemuda masa kini,” katanya.
2. Membangun Lingkungan Belajar yang Sehat, Aman, dan Berdaya
Sekolah, komunitas, dan ruang berkumpul pemuda harus menjadi ekosistem positif yang mendorong dialog sehat, kreativitas, literasi digital, serta budaya saling menghormati.
“Remaja yang merasa dihargai dan diberi ruang aktualisasi akan jauh dari perilaku menyimpang,” ujarnya.
3. Menguatkan Solidaritas dan Kepedulian Antar Sesama
Sandi mengajak remaja menjadi penjaga dan sahabat bagi temannya. Jika melihat potensi tawuran, pergaulan tidak sehat, atau perilaku berisiko lainnya, mereka diharapkan hadir memberikan dukungan dan solusi. “Solidaritas adalah kekuatan terbesar pemuda,” jelasnya.
Ajak Organisasi Pemuda Ambil Peran Nyata
Sandi juga menyerukan seluruh organisasi pelajar dan kepemudaan untuk mengambil langkah konkret melalui berbagai program, di antaranya:
- Kampanye edukatif tentang bahaya kenakalan remaja
- Kegiatan seni, olahraga, literasi, dan pengembangan bakat
- Pembentukan pusat konseling sebaya
- Peningkatan literasi digital dan etika bermedia
Kolaborasi dengan sekolah, orang tua, dan aparat setempat
Menurutnya, permasalahan kenakalan remaja tidak bisa ditangani secara parsial.
“Kenakalan remaja bukan hanya persoalan individu; ini adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Seruan Kebangkitan Pemuda
Mengakhiri pernyataannya, Sandi menyerukan semangat persatuan dan kebangkitan generasi muda Indonesia.
“Saatnya pelajar dan pemuda Indonesia bangkit, bersatu, dan menjadi generasi pembawa perubahan positif. Mulai dari diri sendiri, mulai dari lingkungan terdekat, mulai hari ini,” ujarnya.
Kontributor: AGUS YI
Editor: WR



















