KALAPANUNGGALUPDATE.COM | BEKASI — Musyawarah Cabang (Muscab) I Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Tambun Utara menjadi babak baru perjalanan organisasi kemasjidan di wilayah tersebut. Wahlul Hariri, S.Pd.I., S.Sos., resmi ditetapkan sebagai Ketua PC DMI Kecamatan Tambun Utara periode 2026–2031 setelah menjadi satu-satunya kandidat yang memenuhi syarat pencalonan.
Muscab yang digelar di Gedung Serbaguna Kecamatan Tambun Utara, Sabtu (26/9/2026), menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya proses pergantian kepemimpinan PC DMI Tambun Utara dilaksanakan melalui Musyawarah Cabang.
Sebelumnya, selama lima tahun kepengurusan berjalan berdasarkan penunjukan dari PD DMI Kabupaten Bekasi. Muscab I kemudian digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi sekaligus memastikan keberlanjutan roda organisasi.
Mengusung tema “Terwujudnya PC DMI Kecamatan Tambun Utara yang Amanah, Solid, Kolaboratif, dan Progresif dalam Memakmurkan Masjid serta Memberdayakan Umat”, Muscab diikuti para pengurus DKM dan mushala se-Kecamatan Tambun Utara, serta tokoh ulama dan tokoh masyarakat.
40 Suara, Wahlul Melenggang Tanpa Lawan
Proses penjaringan calon ketua berlangsung dengan dukungan peserta terhadap enam nama. Hasil penghitungan menunjukkan Wahlul Hariri memperoleh 40 suara, disusul M. Sholeh 9 suara, Rozak 3 suara, M. Yamin 2 suara, sementara Dede Syukur dan Taufik masing-masing memperoleh 1 suara.
Sesuai tata tertib, calon ketua harus mengantongi sedikitnya 10 suara dukungan untuk memenuhi syarat pencalonan.
Dengan perolehan tersebut, Wahlul Hariri menjadi satu-satunya kandidat yang memenuhi ambang batas dukungan. Kondisi itu membuat proses pemilihan berlanjut pada penetapan Wahlul Hariri sebagai Ketua PC DMI Kecamatan Tambun Utara periode 2026–2031 secara aklamasi.
Terpilihnya Wahlul sekaligus membuka ekspektasi baru terhadap arah gerakan DMI Tambun Utara selama lima tahun mendatang.
Bawa Gagasan Reformasi Organisasi
Usai ditetapkan sebagai ketua, Wahlul langsung menyampaikan gagasan mengenai arah kepengurusan yang akan dibangunnya. Ia menekankan pentingnya reformasi organisasi, menghidupkan kembali program yang belum berjalan optimal, serta memperluas jejaring kerja sama.
“Harapan saya adalah sebuah reformasi. Program-program yang sebelumnya belum kondusif atau belum aktif bisa kita program kembali. Yang belum terjalin, kita bisa jalin kerja sama dengan beberapa pihak, khususnya yang berkaitan dengan kemasjidan,” ujar Wahlul.
Sejumlah agenda yang dinilai perlu diperkuat meliputi penertiban administrasi kemasjidan, digitalisasi masjid, pemberdayaan ekonomi umat, pembinaan dan sosialisasi, edukasi zakat, serta penguatan pengelolaan tanah wakaf.
Bagi Wahlul, kepemimpinan DMI tidak boleh berhenti pada persoalan jabatan dan struktur organisasi. Kepemimpinan harus memiliki gagasan dan visi yang mampu membawa organisasi bergerak lebih jauh.
“Kepemimpinan ini jangan sebatas jabatan, tapi harus lebih visioner.”
Masjid Didorong Jadi Pusat Pemberdayaan Umat
Salah seorang panitia Muscab, Evick Budianto, mengatakan kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat komunikasi dengan DKM yang tersebar di seluruh wilayah Tambun Utara.
Menurutnya, konsep memakmurkan masjid harus diperluas. Masjid tidak hanya menjadi pusat kegiatan ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang pendidikan, kegiatan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Memakmurkan masjid bukan hanya berkaitan dengan aktivitas ibadah, tetapi juga dapat diarahkan pada pendidikan, sosial dan pemberdayaan ekonomi jamaah, seperti santunan anak yatim dan dhuafa hingga pengembangan koperasi masjid,” ujar Evick.
Ia berharap ketua terpilih dapat membangun komunikasi langsung dengan DKM hingga tingkat desa dan lingkungan.
“Intinya agar masjid itu bisa memakmurkan jamaah di lingkungannya juga. Dengan adanya Muscab ini, insyaallah terpilih ketua yang memang bisa turun ke bawah,” ungkapnya.
Evick menambahkan, keterlibatan DKM di seluruh wilayah Tambun Utara menjadi salah satu kunci agar program DMI dapat dirasakan secara lebih luas.
“Mudah-mudahan semua terjangkau dan ikut serta menjadi bagian dari DMI, khususnya DMI Tambun Utara,” katanya.
Dengan terpilihnya Wahlul Hariri, PC DMI Tambun Utara kini memasuki fase baru. Tantangannya bukan sekadar membentuk struktur kepengurusan, tetapi bagaimana menjadikan organisasi semakin aktif, kolaboratif, dan mampu menghadirkan manfaat nyata melalui masjid bagi jamaah dan masyarakat.
Agenda selanjutnya adalah pembentukan tim formatur yang akan menyusun struktur kepengurusan PC DMI Kecamatan Tambun Utara periode 2026–2031.
Reporter: AYI
Editor: WR



















