Takalar Takluk 1-2 dari Wajo, Sejumlah Keputusan Wasit Tuai Sorotan

KALAPANUNGGALUPDATE.COM | SENGKANG, 8 November 2026 – Pertandingan terakhir Grup A cabang olahraga sepak bola Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-XVIII Wajo-Bone 2026 antara Kabupaten Takalar dan tuan rumah Kabupaten Wajo menyisakan sejumlah catatan dan sorotan terkait keputusan perangkat pertandingan.

Dalam laga yang berlangsung dengan tensi tinggi tersebut, Kabupaten Takalar yang sempat unggul lebih dahulu dengan skor 1-0 akhirnya harus mengakui keunggulan tuan rumah setelah Wajo berhasil membalikkan keadaan dan menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1.

Meski menerima hasil akhir tersebut, sejumlah keputusan pengadil lapangan menjadi perhatian pihak Takalar. Salah satunya terkait proses terciptanya gol penyama kedudukan Wajo yang dinilai masih menyisakan tanda tanya.

Bola yang mengarah ke gawang terlihat oleh pihak Takalar belum sepenuhnya melewati garis gawang. Namun, hakim garis menyatakan bola telah melewati garis dan gol pun disahkan.

“Keputusan tersebut tentu menjadi perhatian kami. Ada situasi yang menurut pengamatan kami masih perlu ditinjau dan dijelaskan secara objektif. Dalam pertandingan sepak bola, setiap keputusan yang berdampak langsung terhadap hasil pertandingan semestinya didasarkan pada pengamatan yang cermat dan profesional,” ungkap Asmin, salah satu official KONI Takalar.

Sorotan juga muncul pada proses gol kedua Kabupaten Wajo. Pihak Takalar menilai terdapat insiden yang patut menjadi bahan evaluasi, khususnya terkait dugaan pelanggaran sebelum gol tercipta. Namun, dalam situasi tersebut pertandingan tetap dilanjutkan hingga menghasilkan gol bagi tuan rumah.

“Kami menghormati hasil pertandingan dan keputusan perangkat pertandingan. Namun, bukan berarti setiap keputusan tidak boleh dipertanyakan. Kami berharap ada evaluasi agar penyelenggaraan kompetisi ke depan semakin menjunjung tinggi prinsip keadilan, transparansi, dan sportivitas,” tambahnya.

Asmin juga menilai bahwa pertandingan penentuan seperti ini membutuhkan konsistensi dan ketelitian perangkat pertandingan. Terlebih, hasil laga tersebut memiliki pengaruh besar terhadap peluang kedua tim untuk melangkah ke babak berikutnya.

Menurutnya, seluruh tim yang berlaga dalam ajang Porprov memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlakuan adil, tanpa memandang status sebagai tuan rumah maupun tim tamu.

“Kami tentu kecewa dengan sejumlah keputusan yang terjadi. Namun, yang paling penting adalah bagaimana kejadian ini menjadi bahan evaluasi bersama agar kepercayaan terhadap kualitas penyelenggaraan kompetisi olahraga tetap terjaga,” tutup Asmin.

Akibat kekalahan tersebut, Kabupaten Takalar harus mengakhiri perjuangannya di Grup A dengan menempati posisi ketiga klasemen akhir dan mengoleksi empat poin. Sebelumnya, Takalar berhasil meraih kemenangan atas Palopo serta bermain imbang melawan Bulukumba.

Meski belum berhasil melaju ke babak berikutnya, perjuangan para pemain Takalar patut mendapatkan apresiasi. Mereka telah berusaha memberikan kemampuan terbaik untuk membawa nama daerah di tengah persaingan kompetisi yang berlangsung ketat.

Kekalahan dan kemenangan merupakan bagian dari kompetisi. Namun, setiap pertandingan juga harus menjadi ruang untuk menegakkan nilai-nilai sportivitas, profesionalisme, dan keadilan.

Evaluasi terhadap setiap keputusan yang menjadi sorotan penting dilakukan secara objektif agar kompetisi olahraga tidak hanya menghasilkan pemenang, tetapi juga menjaga kepercayaan seluruh peserta terhadap integritas penyelenggaraan pertandingan.

Sebab, kemenangan yang bermartabat bukan hanya tentang siapa yang berhasil melangkah ke babak berikutnya, tetapi juga tentang bagaimana pertandingan berlangsung secara adil dan menjunjung tinggi semangat fair play.

 

Reporter: AYI
Editor: WR

Jangan Lupa Baca Berita Selanjutnya

Pasar Leuweung Jayawangi: Wisata Belanja, Edukasi, Dan Pelestarian Alam Di Sukabumi

Baca Sekarang →
error: Mohon Maaf Tidak Bisa Di Salin ( COPAS ) !!