KALAPANUNGGALUPDATE.COM | KALAPANUNGGAL SUKABUMI. – ( 15/2/2026 ). Berdasarkan peta prakiraan angin lapisan 3.000 feet yang dirilis BMKG pada 16 Februari 2026 pukul 07.00 WIB, wilayah Jawa Barat termasuk Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, diperkirakan mengalami peningkatan kecepatan angin dalam beberapa hari ke depan.
Pola Angin Cukup Aktif di Jawa Barat
Pada peta analisis terlihat adanya pusat tekanan rendah (low pressure) di wilayah sekitar Kalimantan dan selatan Indonesia, serta sirkulasi angin yang cukup rapat di kawasan Jawa bagian barat hingga tengah. Kondisi ini memicu:
- Hembusan angin bertiup dari arah barat hingga barat laut.
- Kecepatan angin berkisar 15 – 25 knot (sekitar 28 – 46 km/jam).
- Potensi peningkatan hembusan sesaat terutama saat terjadi hujan atau awan konvektif.
Untuk wilayah Kecamatan Kalapanunggal, pola angin baratan masih dominan dan diperkirakan bertahan hingga 20 Februari 2026.
Waspada Angin Kencang Saat Hujan
Selain faktor angin regional, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi:
- Angin kencang sesaat saat hujan lebat.
- Pohon tumbang dan baliho roboh akibat tanah labil dan tiupan angin.
- Gangguan aktivitas luar ruangan dan perjalanan.
Kondisi dinamika atmosfer yang masih aktif juga berkaitan dengan sistem tekanan rendah dan bibit siklon tropis di wilayah perairan Indonesia bagian timur dan selatan, yang turut memengaruhi pola angin skala luas.
Prakiraan 16–20 Februari 2026
16–17 Februari: Angin sedang hingga cukup kencang, dominan baratan.
18–19 Februari: Potensi peningkatan hembusan saat sore dan malam hari.
20 Februari: Masih berpotensi angin sedang, bergantung perkembangan sistem tekanan rendah.
Imbauan untuk Warga
Pemerintah dan masyarakat Kalapanunggal diimbau untuk:
- Mengamankan atap rumah dan benda ringan di luar ruangan.
- Memangkas ranting pohon yang rawan patah.
- Berhati-hati saat berkendara, khususnya kendaraan roda dua.
- Memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD setempat.
- Dengan kondisi atmosfer yang masih dinamis, kewaspadaan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem.
Tetap waspada, tetap aman.
( Kreatif : WR Sumber : BMKG )


















