Peduli Lingkungan Dan Atasi Persoalan Sampah, Mahasiswa KKM 1 Cileungsing STKIP Bina Mutiara Sukabumi Hadirkan Rocket Stove Minim Asap

KALAPANUNGGALUPDATE.COM | DCIKAKAK SUKABUMI — ( 15/8/2026 ). Kepedulian terhadap persoalan sampah terus digaungkan melalui aksi nyata. Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 1 Desa Cileungsing, STKIP Bina Mutiara Sukabumi, menghadirkan inovasi sederhana berupa rocket stove, tungku pembakar sampah dengan sistem pembakaran lebih terarah dan minim asap, di Kampung Ciherang, Desa Cileungsing, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya mendorong kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.

Pembuatan rocket stove dilatarbelakangi masih ditemukannya sampah yang sulit dimanfaatkan kembali. Selama ini, sebagian masyarakat memilih membakar sampah secara terbuka untuk mengurangi tumpukan. Namun, pembakaran terbuka dapat menghasilkan asap yang menyebar dan mengganggu lingkungan sekitar.

Melalui inovasi rocket stove, mahasiswa KKM mengenalkan alternatif pembakaran yang dilakukan dalam ruang tungku sehingga prosesnya lebih terarah dan diharapkan menghasilkan asap yang lebih minim dibandingkan pembakaran sampah secara terbuka.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM bersama masyarakat Kampung Ciherang terlibat langsung dalam proses pembuatan. Mulai dari menyiapkan bahan, menentukan bentuk tungku, hingga merakit bagian-bagiannya dilakukan secara gotong royong dengan memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan.

Kegiatan tersebut turut mendapat pendampingan dan dukungan dari Ketua BPD Desa Cileungsing, Bapak Entis Sutisna, bersama unsur RT dan RW setempat.

Perwakilan peserta KKM 1 Desa Cileungsing Dyva Rachma Aulia mengatakan, pembuatan rocket stove ini diharapkan bukan hanya menjadi kegiatan selama mahasiswa berada di tengah masyarakat, tetapi dapat memberikan manfaat yang terus dirasakan warga setelah program KKM berakhir.

“Kami berharap rocket stove ini bisa menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat dalam menangani sampah yang memang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali. Yang paling penting, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, mulai dari memilah sampah, mengurangi sampah, hingga tidak membakar sampah secara sembarangan,” ungkapnya.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat sejak proses pembuatan menjadi hal penting agar warga tidak hanya mengetahui hasil akhirnya, tetapi juga memahami cara kerja dan fungsi rocket stove tersebut.

“Semoga setelah KKM selesai, masyarakat dapat melanjutkan dan merawat fasilitas ini. Kami juga berharap kegiatan sederhana ini bisa menjadi awal dari kesadaran bersama bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab kita semua,” tambahnya.

Selain menghasilkan tungku, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah. Warga diajak memahami bahwa sampah perlu dipilah, dikurangi sejak dari sumbernya, serta dikelola dengan cara yang lebih bertanggung jawab.

Dari dokumentasi kegiatan, rocket stove yang dibuat dihiasi jejak tangan berwarna biru sebagai simbol keterlibatan dan kepedulian bersama terhadap lingkungan. Tungku tersebut ditempatkan di kawasan perkebunan yang menjadi bagian dari lingkungan masyarakat Kampung Ciherang.

Mahasiswa KKM 1 Desa Cileungsing berharap inovasi tersebut tidak berhenti setelah program KKM selesai. Rocket stove diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dirawat masyarakat sebagai salah satu alternatif dalam menangani sampah yang sudah tidak dapat diolah kembali.

Lebih dari sekadar membuat sebuah tungku, kegiatan tersebut menjadi pesan bahwa persoalan sampah membutuhkan kepedulian dan kerja sama berbagai pihak. Mahasiswa, pemerintah desa, tokoh masyarakat, RT/RW, serta warga memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik.

Dengan inovasi sederhana dan kolaborasi masyarakat, Kampung Ciherang diharapkan dapat terus bergerak menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, nyaman, serta memiliki kesadaran yang semakin kuat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

 

Kontributor : SANDI

Editor : WR

error: Mohon Maaf Tidak Bisa Di Salin ( COPAS ) !!