KALAPANUNGGALUPDATE.COM |DESA PULOSARI – ( 8/8/2026 ). Semangat kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong terlihat di Kantor Desa Pulosari Kecamatan Kalapanunggal, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan donor darah digelar atas inisiatif KKN Nusaputra Pulosari berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Karang Taruna Desa Pulosari.
Kegiatan sosial tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan. Panitia menargetkan sebanyak 100 orang dapat berpartisipasi sebagai pendonor. Namun, setelah melalui proses pendaftaran dan pemeriksaan kesehatan, sebanyak 50 orang dinyatakan memenuhi syarat dan berhasil mengikuti donor darah.
Suasana kegiatan berlangsung penuh kebersamaan. Sejumlah warga tampak menjalani pemeriksaan sebelum mendonorkan darahnya. Tim PMI juga terlihat sigap melakukan pelayanan, sementara panitia dari KKN Nusaputra dan Karang Taruna turut membantu memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar.
Menariknya, semangat berbagi tersebut juga datang dari Bhabinkamtibmas Desa Pulosari, Agung Rahayu. Di sela-sela kesibukannya menjalankan tugas, Agung menyempatkan hadir di lokasi dan bahkan turut menjadi salah satu pendonor.
Kehadiran Agung menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan sosial yang digagas mahasiswa KKN Nusaputra bersama PMI dan Karang Taruna. Ia tidak hanya hadir memberikan dukungan, tetapi ikut memberikan sesuatu yang sangat berarti bagi sesama melalui donor darah.
Partisipasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kesibukan bukan menjadi penghalang untuk berbuat baik. Di tengah rutinitas pekerjaan dan tanggung jawab, masih ada kesempatan untuk menyisihkan waktu dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
Ketua KKN Nusaputra Pulosari, Ario, mengatakan bahwa kegiatan donor darah tersebut merupakan bentuk inisiatif mahasiswa untuk menghadirkan kegiatan sosial yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
“Ini inisiasi kita. Walaupun tidak ada program yang khusus, kita berharap kegiatan ini bisa membangkitkan rasa sosial yang tinggi, kepedulian yang sangat besar, gotong royong, serta kebersamaan yang baik,” ujar Aryo.
Menurut Ario, kegiatan tersebut tidak hanya berbicara mengenai donor darah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam sebuah aksi nyata.
Mahasiswa KKN, PMI, Karang Taruna, pemerintah desa, aparat keamanan, hingga masyarakat dapat duduk bersama dan mengambil bagian dalam satu tujuan yang sama: membantu sesama.
Semangat itulah yang terlihat sepanjang kegiatan. Para pendonor dengan sukarela memberikan darahnya, sementara berbagai pihak bergotong royong mendukung pelaksanaan kegiatan.
Bagi KKN Nusaputra, aksi tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa selama berada di tengah masyarakat. Meskipun donor darah bukan program khusus yang dirancang sejak awal, inisiatif tersebut justru diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian sosial yang lebih luas.
Kepala Desa Pulosari, Dirja Miharja, turut menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif yang dilakukan mahasiswa KKN Nusaputra bersama PMI dan Karang Taruna tersebut. Ia menilai kegiatan donor darah menjadi bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus sarana untuk memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.
Menurut Dirja, antusiasme warga yang hadir dan bersedia menjadi pendonor menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama masih tumbuh kuat di lingkungan masyarakat Desa Pulosari. Terlebih, kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari mahasiswa, PMI, Karang Taruna, pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, hingga masyarakat.
Ia berharap kegiatan sosial semacam ini dapat terus dikembangkan dan tidak berhenti pada kegiatan donor darah saja. Menurutnya, keberadaan mahasiswa KKN di tengah masyarakat diharapkan mampu melahirkan berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat langsung serta meninggalkan semangat kebersamaan bagi warga.
Apresiasi tersebut juga menjadi dorongan bagi seluruh pihak yang terlibat agar kegiatan sosial berbasis masyarakat dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
Kegiatan donor darah di Kantor Desa Pulosari menjadi gambaran sederhana bahwa aksi kemanusiaan dapat lahir dari kepedulian dan kemauan untuk bergerak bersama.
Target 100 peserta, kemudian 50 orang berhasil memenuhi syarat untuk mendonorkan darah, menjadi catatan tersendiri dalam kegiatan tersebut. Namun, nilai terbesarnya bukan semata pada angka, melainkan pada keberanian masyarakat untuk berbagi.
Termasuk Agung Rahayu, yang di tengah kesibukannya sebagai Bhabinkamtibmas masih menyempatkan diri hadir dan menjadi pendonor.
Dari Kantor Desa Pulosari, semangat itu pun digaungkan: tidak harus menunggu memiliki program besar untuk berbuat baik. Kepedulian bisa dimulai dari hal sederhana, dilakukan bersama, dan memberikan manfaat besar bagi sesama.
Karena setetes darah yang diberikan hari ini, bisa menjadi harapan bagi kehidupan orang lain di kemudian hari. ( RED )



















