KALAPANUNGGALUPDATE.COM |SUKABUMI, JAWA BARAT — ( 19/10/2026 ). Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kabupaten Sukabumi. Nafisah Assyifaa, siswi MIS Cibatu, berhasil meraih Juara 1 dalam ajang International Open Karate Championship Senkaido Series 8 Tahun 2026 yang berlangsung di GOR Ciracas, Jakarta, pada 16–18 Oktober 2026.

Atlet karate cilik kelahiran 19 Oktober 2015 tersebut sukses menjadi yang terbaik pada Kategori 211, SD Kelas 4–6 KATA Hijau-Biru Putri. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga, sekolah, serta masyarakat Kabupaten Sukabumi, sekaligus membuktikan bahwa potensi atlet muda dari daerah mampu bersaing dalam kejuaraan bertaraf internasional.
Dalam kejuaraan tersebut, Nafisah tampil mewakili Dojo Merdeka United Shokaido, Jawa Barat. Keberhasilannya meraih posisi tertinggi di podium ditandai dengan penghargaan berupa sertifikat dan medali juara.
Capaian tersebut bukan sekadar kemenangan dalam sebuah pertandingan. Lebih dari itu, prestasi Nafisah menjadi bukti bahwa semangat, kedisiplinan, latihan, dan dukungan keluarga dapat mengantarkan seorang atlet usia dini meraih pencapaian yang membanggakan.
Kebanggaan Keluarga dan Sekolah
Nafisah Assyifaa merupakan putri dari pasangan Sigit Ahmad dan Wika Nurjanah. Ia tercatat sebagai siswi MIS Cibatu yang berada di Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Bagi kedua orang tuanya, keberhasilan Nafisah merupakan anugerah sekaligus motivasi untuk terus mendampingi tumbuh kembang anak, baik dalam pendidikan maupun olahraga.
Orang tua Nafisah berharap prestasi yang diraih saat ini menjadi langkah awal menuju pencapaian yang lebih tinggi. Mereka juga berharap Nafisah tumbuh menjadi anak yang salehah, berakhlak mulia, disiplin, dan mampu mengharumkan nama keluarga, sekolah, Kabupaten Sukabumi, serta Provinsi Jawa Barat di tingkat nasional maupun internasional.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas prestasi yang diraih Nafisah. Semoga ini menjadi motivasi untuk terus belajar, berlatih, dan meningkatkan kemampuan. Harapan kami, Nafisah tumbuh menjadi anak yang salehah dan kelak dapat membawa nama baik keluarga, sekolah, daerah, serta bangsa Indonesia,” demikian harapan keluarga.
Prestasi Membanggakan, Dukungan Atlet Usia Dini Perlu Diperkuat
Di balik keberhasilan tersebut, terdapat persoalan yang patut menjadi perhatian bersama, yakni dukungan terhadap pembinaan atlet usia dini, khususnya yang berasal dari daerah.
Orang tua Nafisah menyampaikan bahwa potensi anak-anak di Kabupaten Sukabumi sangat besar. Namun, kesempatan untuk berkembang dan mengikuti kejuaraan masih kerap dihadapkan pada keterbatasan dukungan, terutama dari sisi pembiayaan.
Dalam keikutsertaan Nafisah pada kejuaraan di Jakarta ini, biaya pendaftaran, transportasi, dan akomodasi masih ditanggung secara mandiri oleh orang tua.
Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa perjuangan atlet muda tidak berhenti di arena pertandingan. Di balik medali yang diraih, terdapat pengorbanan keluarga yang harus berjuang memenuhi kebutuhan agar anak-anak mereka tetap memiliki kesempatan untuk bertanding, menimba pengalaman, dan mengembangkan potensi.
Karena itu, keluarga Nafisah berharap pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten Sukabumi, melalui instansi yang membidangi olahraga, dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap pembinaan atlet usia dini.
Dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta pihak-pihak terkait juga diharapkan semakin nyata dan berkelanjutan.
Bentuk dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui bantuan biaya kejuaraan, fasilitas latihan yang memadai, program pembinaan berjenjang, pendampingan atlet berbakat, serta perhatian kepada dojo-dojo kecil yang selama ini turut menjadi tempat lahirnya bibit-bibit atlet potensial.
Jangan Biarkan Bibit Juara Berhenti karena Keterbatasan Biaya
Orang tua Nafisah menegaskan bahwa perhatian terhadap atlet usia dini bukan semata-mata soal bantuan kepada satu atlet, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan olahraga daerah dan nasional.
Banyak anak memiliki bakat dan semangat untuk berprestasi, tetapi tidak semuanya memiliki kemampuan ekonomi yang cukup untuk mengikuti kejuaraan di luar daerah. Tanpa dukungan yang memadai, potensi tersebut dikhawatirkan tidak dapat berkembang secara optimal.
Oleh sebab itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga, sekolah, pelatih, orang tua, dan masyarakat agar pembinaan atlet muda dapat berlangsung secara konsisten.
Prestasi Nafisah Assyifaa di Senkaido Series 8 Tahun 2026 hendaknya menjadi momentum untuk melihat lebih dekat perjuangan atlet-atlet muda di Kabupaten Sukabumi. Mereka tidak hanya membutuhkan apresiasi setelah meraih medali, tetapi juga membutuhkan kesempatan, fasilitas, dan dukungan nyata sejak proses latihan hingga mengikuti kompetisi.
Kemenangan Nafisah menjadi bukti bahwa anak daerah mampu berdiri di podium tertinggi. Kini, harapannya, prestasi tersebut dapat diikuti dengan perhatian yang lebih besar terhadap pembinaan olahraga usia dini.
Jangan sampai lahirnya juara hanya menjadi kebanggaan sesaat. Sudah saatnya bibit-bibit atlet berprestasi mendapatkan dukungan yang layak agar mampu melangkah lebih jauh, mengharumkan nama Sukabumi, Jawa Barat, dan Indonesia di panggung yang lebih tinggi.
Selamat atas prestasi yang diraih Nafisah Assyifaa. Semoga keberhasilan ini menjadi awal perjalanan panjang menuju prestasi-prestasi berikutnya dan menginspirasi anak-anak Indonesia untuk terus berani bermimpi, berlatih, serta mengukir prestasi.
Reporter : WR
REDAKSI KALAPANUNGGAL UPDATE



















