
Kegiatan yang memasuki hari kedua rangkaian pembinaan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi. Forum ini menjadi ruang komunikasi sekaligus penyerapan aspirasi para guru mengenai masa depan status kepegawaian mereka.
Hadir dalam kegiatan tersebut pengurus PGRI Kecamatan Kalapanunggal, pengawas pendidikan, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), serta ASN PPPK Paruh Waktu jenjang SD dan SMP se-Kecamatan Kalapanunggal.
Dari unsur K3S disampaikan sejumlah informasi kedinasan, termasuk perkembangan usulan mengenai perubahan status kepegawaian yang telah disampaikan ke tingkat lebih tinggi. Informasi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kepada para guru mengenai proses serta berbagai upaya yang tengah dilakukan.
PGRI Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Guru
Ketua PGRI Kecamatan Kalapanunggal menegaskan bahwa organisasi akan terus mengawal dan memperkuat aspirasi para guru melalui jalur organisasi dan mekanisme yang sesuai.
“PGRI akan terus mengawal dan memperkuat usulan yang disampaikan melalui jalur organisasi. Harapannya, ada kebijakan yang memberikan rasa keadilan bagi seluruh pegawai, khususnya mereka yang telah lama mengabdi.”
Menurutnya, perjuangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan perubahan status administratif, tetapi juga menyangkut penghargaan terhadap pengabdian serta upaya menghadirkan rasa keadilan dan kesejahteraan bagi para tenaga pendidik.
Sementara itu, Pengawas PAI memberikan penguatan mental dan spiritual kepada para peserta. Para guru diingatkan untuk tetap sabar, berdoa dan berikhtiar sembari terus menjalankan tugas secara profesional di tengah dinamika persoalan kepegawaian.
Dalam pembinaan juga disampaikan bahwa regulasi mengenai PPPK Paruh Waktu telah tersedia melalui kebijakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Namun, masih diperlukan berbagai rujukan serta penguatan kebijakan lainnya dalam memperjuangkan aspirasi perubahan status kepegawaian.
Guru Berharap Ada Kepastian Masa Depan
Aspirasi mengenai kepastian status turut disampaikan langsung oleh peserta. Dila Ilahandra, guru SDN Pasir Oa, berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap keberlanjutan status PPPK Paruh Waktu, terutama bagi mereka yang telah bertahun-tahun mengabdikan diri sebagai guru.
“Kami berharap pemerintah dapat mengangkat PPPK Paruh Waktu menjadi penuh waktu. Banyak di antara kami yang sudah cukup lama mengabdi sebagai guru. Kami berharap pengabdian tersebut mendapatkan penghargaan melalui kepastian status dan kesejahteraan.”
Pernyataan tersebut menggambarkan keresahan sekaligus harapan para guru yang menginginkan adanya kejelasan mengenai masa depan mereka.
Bagi para guru PPPK Paruh Waktu, kepastian status bukan hanya persoalan administrasi. Di baliknya terdapat harapan mengenai keberlanjutan karier, kesejahteraan keluarga, penghargaan terhadap masa pengabdian, serta kepastian dalam menjalankan profesi sebagai pendidik.
Bukan Sekadar Silaturahmi
Melalui kegiatan tersebut, PGRI Kecamatan Kalapanunggal mendorong seluruh guru PPPK Paruh Waktu untuk tetap fokus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional.
Di sisi lain, organisasi profesi tersebut terus membuka ruang komunikasi dan aspirasi untuk memperjuangkan kepentingan anggota melalui mekanisme organisasi serta jalur kebijakan yang tersedia.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi momentum konsolidasi antara guru, organisasi profesi, unsur pendidikan, dan pihak terkait untuk mencari jalan terbaik atas persoalan kepegawaian yang masih dihadapi.
Pengabdian membutuhkan penghargaan. Profesionalitas membutuhkan kepastian. Dan kesejahteraan guru menjadi bagian penting dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas.
Reporter : AGUS
Editor : WR



















